Kategori
Jasa Olah Data Konsultasi Susun Skripsi

Aplikasi Olah Data SmartPLS untuk Kemudahan Uji Normalitas 

Pada tahap awal penelitian, perlu dilakukan uji normalitas terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian lainnya yang berhubungan antara dua variabel yang berbeda. Salah satu aplikasi yang paling direkomendasikan untuk kemudahan uji normalitas adalah aplikasi olah data SmartPLS. Tentunya dengan beberapa keunggulannya yang dimilikinya.

Sekilas Tentang Aplikasi Olah Data SmartPLS 

Aplikasi olah data SmartPLS adalah Software komputer yang digunakan untuk menganalisa data melalui pendekatan Variance Based SEM atau biasa disebut dengan Partial Least Square atau lebih dikenali dengan PLS. Maka dari itu untuk menggunakan perhitungan melalui pendekatan tersebut banyak yang menggunakan aplikasi SmartPLS,

Proses mengolah data dengan menggunakan aplikasi ini yaitu menggunakan metode bootstrapping atau bisa juga dikenali dengan penggandaan secara acak. Itulah sebabnya, uji normalitas dapat dengan mudah untuk dihitung. Dengan demikian, tidak memerlukan syarat minimum sampel. Bahkan untuk sampel kecil pun bisa menggunakan metode ini. 

Kerangka dasar pada dalam PLS, yaitu berbentuk regresi linear. Oleh sebab itu, semua hal yang terdapat pada regresi linear ada pula terdapat pada PLS. Hanya saja dibedakan dengan simbol, lambang dan istilah yang berbeda. Dalam teknik PLS, bisa menangani banyak variabel respon dan variabel eksplanatori. 

Aplikasi olah data yang menggunakan teknik ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1960 oleh Herman O. A. World. Walaupun terdapat multikolinearitas pada variabel tersebut, namun variabel tersebut masih dapat ditangani. Dengan demikian, pada kasus overfitting tersebut, bisa saja terjadi karena banyak faktor manifest. 

Kapan Sebaiknya Menggunakan Aplikasi SmartPLS? 

Diantara banyaknya aplikasi untuk mengolah data statistik, seperti SPSS, SATA dan lainnya. Ada kalanya merasa kebingungan untuk menentukan aplikasi yang tepat pada data yang ditelitinya. Terutama untuk memilih kapan sebaiknya menggunakan aplikasi untuk mengolah data dari SmartPLS. Berikut ini beberapa kondisi yang mengharuskan untuk menggunakan aplikasi SmartPLS:

1. Data Tidak Terdistribusi dengan Normal 

Apabila dalam kondisi data tidak terdistribusi secara normal, sebaiknya untuk menggunakan aplikasi SmartPLS ini. Beberapa kasus jika data tidak berdistribusi normal yaitu untuk data pada sampel dengan jumlah yang terlalu kecil. 

2. Banyak Jalur yang Harus Dianalisa 

Kondisi Lainnya apabila harus mengolah data yang mengharuskan banyak jalur variabel yang dapat dianalisa, sebaiknya untuk menggunakan aplikasi SmartPLS tersebut. 

3. Terdapat Variabel Terikat Lebih dari Satu 

Kondisi lainnya apabila terdapat variabel terikat yang lebih dari satu, maka sebaiknya untuk menggunakan aplikasi SmartPLS tersebut. Variabel terikat tersebut merupakan variabel independen yang menjadi penentu variabel regresi linear. 

4. Peneliti Menginginkan Melakukan Analisa Langsung Berdasarkan Indikator 

Indikator dapat menjadi penentu peneliti menganalisis data dengan mudah. Maka dari itu, apabila peneliti menginginkan melakukan analisa langsung dari indikator yang ada, sebaiknya untuk menggunakan aplikasi SmartPLS. 

5. Terdapat Model yang Memuat Indikator Formatif 

Apabila dalam indikator tersebut terdapat model formatif, maka sebaiknya untuk menggunakan aplikasi pengolah data dari SmartPLS. Dengan demikian, bisa dilihat uji normalitas dengan cepat dan tepat. 

Mengolah data dengan menggunakan aplikasi olah data SmartPLS lebih memudahkan untuk uji normalitas. Dengan demikian, untuk penelitian yang menggunakan banyak variabel, tentunya tidak akan sulit karena adanya aplikasi tersebut. Sekalipun variabel tersebut terjadi overfitting diantara variabel-variabel responsive. 

Kategori
Jasa Olah Data

Aplikasi Olah Data SAS untuk Menganalisa Data dengan Mudah 

Ketika meneliti segala sesuatu, sebaiknya menggunakan aplikasi untuk mengolah data mentah dari hasil penelitian. Dengan demikian, data tersebut dapat dipastikan kebenarannya. Salah satu aplikasi yang direkomendasikan adalah aplikasi olah data SAS. Mari ketahui lebih banyak mengenai aplikasi tersebut, agar dapat mendapatkan data yang akurat.

Definisi Aplikasi Olah Data SAS 

Aplikasi olah data SAS adalah paket perangkat lunak pada komputer yang berguna untuk mengolah data statistik, manajemen data, dan intelijen bisnis, yang dikembangkan oleh SAS institute. Sama dengan jenis aplikasi olah data lainnya yang dapat digunakan untuk mengolah data statistik. Aplikasi ini juga banyak digunakan oleh IT. 

Tahapan Cara Menghitung  Data dengan Aplikasi SAS 

Aplikasi ini terkenal lebih akurat dan menghasilkan data dengan cepat untuk proses analisis dan mengolah manajemen data SDM, intelijen bisnis, manajemen data pemasaran. Dengan demikian, apabila akan menggunakan aplikasi ini sebaiknya mengetahui beberapa tahapan terlebih dahulu agar aplikasi tersebut bisa digunakan dengan lebih mudah. 

1. Menyusun Data dalam Bentuk Tabel 

Data mentah sebaiknya disusun dalam sebuah tabel dalam format Ms. Excel. Selanjutnya data harus dimodifikasi terlebih dahulu untuk menentukan variabel. Contohnya, data pengangguran pada sebuah negara. Data tersebut harus disusun per kolom seperti pendidikan terakhir, tahun, bulan, dan jumlah pengangguran. 

2. Mengimport Data pada Program SAS 

Setelah disusun dengan data yang telah dimodifikasi dalam kolom dengan bentuk vertikal pada format file. Selanjutnya adalah mengimport data tersebut pada aplikasi SAS. Aplikasi SAS bisa diinstal terlebih dahulu untuk semua operating system. Setelah itu klik RUN dan hasilnya akan keluar dan bisa diekspor dalam bentuk Excel. 

3. Mencari Total Data per Tahun 

Berhubung aplikasi ini lebih mendukung untuk proses analitik, selanjutnya adalah mencari total data per tahun. Data tersebut akan digunakan untuk menghitung rata-rata guna kepentingan analisa. Secara otomatis aplikasi ini akan mencari total data per tahun, sebagaimana yang telah diprogram sebelumnya. 

4. Menghitung Rata-rata 

Selanjutnya menghitung rata-rata dari semua data yang telah dihitung dengan menggunakan aplikasi SAS. Rata-rata tersebut akan ditunjukan pada sebuah plot. Dengan demikian, proses analitikal bisa terbaca dengan mudah. Dengan mengetahui rata-rata, akan lebih mudah untuk memprediksi kondisi di masa depan. 

5. Hasil Ditunjukan dalam Sebuah Grafik 

Grafik tersebut akan menunjukan data yang telah diinput sebelumnya dalam aplikasi SAS. Pada aplikasi tersebut bisa menunjukan grafik yang berguna untuk pengambilan keputusan untuk masa depan dengan menganalisa suatu keadaan dan kondisi terlebih dahulu. 

Penggunaan aplikasi olah data SAS lebih unggul karena kemampuan analitiknya. Itulah sebabnya, aplikasi ini banyak digunakan untuk intelijen bisnis, manajemen data SDM dan terkait dengan pemasaran. Dengan demikian, bisa diprediksi kemampuan produk ketika diluncurkan hingga bisa atau tidaknya menguasai pangsa pasar. 

Kategori
Jasa Olah Data

Aplikasi Olah Data STATA untuk Berbagai Penelitian

Ketika melakukan kegiatan penelitian baik untuk skripsi, tesis dan disertasi diperlukan aplikasi olah data STATA . Terlebih jika penelitian tersebut merupakan jenis penelitian kualitatif. Tentunya akan banyak pengolahan data yang berupa angka yang akan digunakan sebagai data statistik. Dengan demikian, dapat diketahui keterkaitan hubungan variabel yang diteliti.

Apa Itu Aplikasi Pengolah Data STATA? 

Aplikasi olah data STATA adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mengolah data pada software komputer  atas penelitian yang dilakukan untuk mengolah data kuantitatif maupun kualitatif. Khususnya untuk aplikasi yang digunakan untuk kepentingan akademis seperti tesis dan skripsi. Dimana pengajian data yang akurat sangatlah penting untuk menentukan hubungan keterkaitan antara dua variabel. 

Kelebihan Menggunakan Aplikasi Olah Data 

Ada beberapa jenis yang berbeda untuk aplikasi olah data, seperti SPSS, SATA, PAST, PSPP, dan lainnya. Tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing aplikasi tersebut. Berikut ini adalah kelebihan menggunakan aplikasi olah data STATA yang penting untuk diketahui sebelum mengolah data:

1. Bisa Mengolah Semua Data

Keunggulan yang pertama dari aplikasi ini bisa mengolah semua data dengan praktis. Berbeda dengan aplikasi lainnya yang harus melewati beberapa tahapan terlebih dahulu sebelum mengolah data. Aplikasi ini bisa langsung digunakan melalui data mentah. 

2. Mudah Untuk Menghitung Data Berupa Kuesioner 

Biasanya untuk menghitung data yang diambil dari kuesioner hanya menghitung simple random sampling /SRS. Hal tersebut membuat kesulitan untuk mengetahui data secara akurat. Berbeda dengan STATA, aplikasi ini mampu menghitung data yang diambil secara kuesioner dengan berbagai metode. 

3. Mudah Digunakan Secara Manual 

Walaupun data diinput secara manual namun hal tersebut merupakan salah satu kelebihan dari aplikasi STATA. Pasalnya, data bisa dihitung dengan mudah dengan semua data yang ada, tanpa harus melewati beberapa tahapan perhitungan terlebih dahulu. Dengan hasil yang maksimal 

4. Cocok untuk Mengolah Data yang Besar 

Sesuai dengan poin sebelumnya, aplikasi ini diinput secara manual sehingga cocok digunakan untuk mengolah data yang besar. Berbeda dengan aplikasi lainnya yang hanya terbatas pada tabel yang telah ditentukan sehingga tidak bisa mengolah data yang besar. 

5. Berpeluang Besar Lolos Uji Asumsi Klasik 

Uji asumsi klasik sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk melanjutkan penelitian ke berbagai metode lainnya. Sayangnya, pada beberapa aplikasi lainnya seringkali kesulitan untuk menentukan uji asumsi klasik. Sementara pada STATA, pengujian asumsi klasik bisa dengan mudah dilakukan. Dengan demikian, bisa dilanjutkan untuk penelitian metode lainnya. 

Di antara banyaknya aplikasi untuk mengolah data statistik, aplikasi olah data STATA adalah paling direkomendasikan. Walaupun, aplikasi olah data SPSS banyak digunakan untuk mengolah data. Hal tersebut direkomendasikan karena beberapa kelebihan yang telah dijelaskan sebelumnya. Khususnya untuk mengolah data besar dan sampel. 

Kategori
Jasa Olah Data

Macam-macam Titik Koordinat yang Dikenal dan Digunakan di ArcGIS

Jika menganggap bahwa data geografis tak berhubungan dengan angka, maka anggapan tersebut belum tepat. Data geografis memiliki hubungan yang sangat erat dengan bentuk angka, misalnya saja data titik koordinat sebuah lokasi. Ada macam-macam titik koordinat yang dikenal dan sering digunakan dalam peta. Untuk informasi lebih lanjut, simak penjelasan berikut:

Mengenal Sistem Koordinat dan Titik Koordinat

Sistem koordinat merupakan sebuah sistem mengenai data spasial yang menunjukkan sebuah lokasi di permukaan bumi. Sistem ini dibuat berdasarkan garis khayal lintang dan bujur yang dibuat untuk memudahkan proyeksi bumi.

Dalam sistem proyeksi ini, dikenal pula istilah titik koordinat. Titik ini merujuk pada titik sebuah lokasi menurut garis lintang dan garis bujur menurut sistem koordinat. Jadi, titik koordinat digunakan untuk menunjukkan letak sebuah tempat secara akurat. Selain itu, sistem koordinat juga berfungsi dalam proses pengolahan data spasial, seperti menggabungkan dan analisis data-data spasial, hingga pembuatan peta.

Sistem koordinat menjadi faktor penting yang tidak bisa dihilangkan dalam proses pembuatan peta, termasuk dengan ArcGIS. Alasannya karena peta dijadikan sebagai rujukan dan dianggap memproyeksikan kondisi yang ada di permukaan bumi dengan tepat. Jadi, apa yang ada di peta dianggap sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan.

Macam Titik Koordinat yang Digunakan di ArcGIS

Dalam ArcGIS sendiri, ada beberapa macam sistem titik koordinat yang digunakan. Hal ini tergantung pada tujuan pembuatan peta serta standar yang berlaku di negara tempat pembuatan peta tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

1. Titik Koordinat Geografis

Jenis ini merupakan yang paling banyak digunakan, yakni merupakan titik koordinat yang berbasis pada garis lintang dan bujur. Biasanya titik koordinat ini dilambangkan dengan derajat (sekian derajat lintang; sekian derajat bujur).

Sistem koordinat geografis memproyeksikan bumi terbagi ke dalam sumbu X dan Y. Garis ekuator diibaratkan sebagai sumbu X yang membelah bumi atas dan bawah dan membagi bumi menjadi lintang utara dan selatan. Sementara itu, garis meridian membagi bumi menjadi sisi timur dan barat.

2. Titik Koordinat Proyeksi

Pada sistem koordinat ini, bumi diproyeksikan sebagai sebuah bidang datar. Pemanfaatannya adalah untuk memproyeksikan titik koordinat geografis ke dalam bentuk matematika dan digunakan dalam pengolahan data spasial.

3. Titik Koordinat Lokal

Selanjutnya adalah titik koordinat lokal. Bentuk koordinat ini biasanya diekspresikan dengan menggunakan ukuran kaki atau meter.

4. Titik Koordinat Gravitasi

Untuk titik koordinat gravitasi digunakan untuk mengukur lokasi secara vertikal. Pada titik koordinat ini, yang dimanfaatkan adalah ketinggian permukaan air laut.

5. Titik Koordinat Ellipsoidal

Pada sistem koordinat ini, juga digunakan untuk mengukur bumi secara vertikal. Hanya saja, penghitungannya dilakukan secara matematis dengan memproyeksikan volume permukaan bumi.

Dari macam-macam titik koordinat yang bisa dipilih dalam pembuatan peta dengan ArcGIS, yang paling penting adalah penguasaan pada program tersebut. Sayangnya, penguasaan ArcGIS membutuhkan waktu belajar yang tidak sebentar. Oleh karena itu, mempercayakan proses pembuatan peta dan analisis data spasial kepada Patra Statistika adalah pilihan yang tepat.

Kategori
Jasa Olah Data

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Skala pada Peta yang Perlu Kamu Tahu

Istilah skala pasti sudah banyak yang mengenal, khususnya yang ada pada peta. Setiap peta pasti memiliki skala dan akan dituliskan berapa skala dari peta yang ditampilkan tersebut. Lalu, apa saja fungsi skala pada peta? Simak informasinya secara lengkap berikut ini:

Apa Itu Skala?

Skala sendiri merupakan perbandingan ukuran sebenarnya dengan ukuran yang ada pada peta. Artinya, ukuran jarak sebenarnya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya diproyeksikan ke dalam peta dalam bentuk skala. Satuan yang digunakan untuk mengukur skala adalah sentimeter. Jadi untuk menentukan skala, jarak 1 sentimeter pada peta dibandingkan dengan jarak sebenarnya (juga dalam sentimeter).

Dalam sistem perencanaan di Indonesia, ukuran skala peta bisa diklasifikasikan menjadi:

  • Ukuran peta berskala kecil yang memiliki skala lebih dari 1:500.000, contohnya adalah untuk perencanaan di tingkat pusat (peta nasional).
  • Skala peta berukuran menengah antara 1:250.000 sampai 1:500.000, misalnya untuk perencanaan di tingkat wilayah (provinsi) atau kawasan strategis nasional.
  • Peta berukuran besar, yakni yang memiliki skala 1:5.000 sampai 1:250.000, yakni untuk perencanaan di tingkat daerah (kabupaten/kota) atau kawasan strategis provinsi.
  • Peta dengan skala teknik, yakni yang berskala 1:100 sampai 1:500. Perencanaan yang sifatnya detail dan teknik seperti RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan), Rencana Tindak, serta DED (Detailed Engineering Detail) menggunakan jenis peta ini.

Jenis-jenis Skala pada Peta

Menurut jenisnya, skala pada peta dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu skala angka, garis, dan verbal. Berikut penjelasannya:

  • Skala yang dituliskan dengan angka, disebut sebagai skala angka. Bentuk ini merupakan yang paling umum ditemukan pada banyak peta. Contohnya seperti Peta RBI (Peta Dasar) yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal berskala 1:25.000.
  • Selain skala angka, skala garis juga sering dimunculkan pada peta. Skala ini menunjukkan sebuah garis dengan interval setiap 1 cm sebanding dengan ukuran yang sebenarnya. Sesuai namanya, skala ini berbentuk garis.
  • Jenis skala yang terakhir, yaitu skala verbal karena dituliskan dalam bentuk kata-kata. Bentuk skala ini jarang sekali ditemukan, dan tidak direkomendasikan untuk digunakan pada peta perencanaan.

Fungsi dari Skala Peta

Fungsi dari skala peta sendiri adalah untuk memproyeksikan ukuran sebenarnya pada peta, dan sebaliknya. Dalam proses perencanaan, skala peta menjadi hal yang sangat sensitif dan tidak boleh keliru. Alasannya karena skala dijadikan ukuran patokan pada proses perencanaan wilayah.

Angka yang digunakan pada skala pun merupakan angka yang mudah untuk diproyeksikan, seperti 100, 500, 1000, dan seterusnya. Hal itu bertujuan untuk memudahkan dalam proses proyeksi. Selain itu, semakin besar skala peta yang dibuat, maka semakin detail atribut yang dimasukkan ke dalam peta.

Melihat fungsi skala pada peta, menjadikannya sebagai bagian dari peta yang tidak boleh ditinggalkan. Bagi yang membutuhkan jasa pembuatan peta dan pengolahan data spasial, bisa menghubungi Patra Statistika. Patra Statistika menerima pembuatan peta dan pengolahan data spasial dengan menggunakan program ArcGIS.

Kategori
Jasa Olah Data

Ketahui Tentang ArcGIS vs ArcMap, dan Kapan Penggunaannya

Bagi yang berkecimpung di bidang spasial dan akrab dengan GIS, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya ArcGIS. ArcGIS merupakan program komputer yang yang bisa digunakan untuk proses pembuatan peta dan analisis spasial. Dari situ, seringkali muncul pertanyaan mengenai ArcGIS vs ArcMap dan apa yang membedakannya.

ArcGIS dan ArcMap, Apa Itu?

Seperti yang sudah disinggung sekilas, ArcGIS merupakan program komputer untuk pemetaan. Jenis ArcGIS sendiri ada bermacam-macam, baik yang bersifat program desktop, berbasis web, maupun aplikasi mobile.

Dari semua jenis ArcGIS tersebut, format yang paling dasar dan lebih dulu dikembangkan merupakan ArcGIS Desktop. Aplikasi yang bisa digunakan pada program versi ini ada 2, yakni ArcGIS Pro dan ArcMap. Jadi dalam pembahasan kali ini, yang dimaksud dengan ArcGIS adalah ArcGIS Pro, dan bukannya keseluruhan program ArcGIS.

Beda ArcMap dan ArcGIS Pro

Meskipun ArcMap dan ArcGIS Pro merupakan aplikasi bagian dari ArcGIS Desktop, namun keduanya memiliki fungsi spesifik masing-masing. Jadi jika ditanya mana yang lebih unggul, jawabannya keduanya sama-sama unggul. Apabila ditanya mana yang lebih direkomendasikan, maka tergantung pada kebutuhannya.

Penjelasan sederhananya, ArcMap memiliki fungsi dasar sebagai aplikasi untuk membuat peta – seperti namanya. Program ini memiliki toolbox lengkap yang bisa membantu pembuatan peta dan serta mempermudah proses analisis spasial yang dilakukan.

Sementara itu, ArcGIS Pro lebih dikhususkan bagi para pengguna profesional. Selain membuat peta dan mengolah data, ArcGIS Pro juga terintegrasi dengan ArcGIS Online dan ArcGIS Enterprise (ArcGIS berbasis web) untuk memudahkan sharing data.

Selain itu, ArcGIS Desktop sendiri juga merupakan program unggulan yang paling banyak digunakan oleh para pakar GIS. Hal ini dikarenakan, ArcGIS Desktop memiliki kemampuan untuk terintegrasi dengan semua platform ArcGIS yang ada, baik yang berbasis web maupun aplikasi mobile.

Kapan Menggunakan ArcMap dan ArcGIS Pro?

Satu hal yang perlu diingat, bahwa ArcGIS Pro bukan merupakan pengganti dari ArcMap. Keduanya merupakan dua aplikasi yang dikembangkan untuk saling mendukung kebutuhan pengguna dalam pengolahan GIS.

Ada fungsi-fungsi dalam ArcMap yang tidak terdapat pada ArcGIS Pro. Demikian pula sebaliknya, ada fungsi tambahan yang dimiliki oleh ArcGIS Pro dan tidak ada pada ArcMap.

Mengenai kapan penggunaannya, ArcGIS Pro lebih mendukung untuk sharing data secara online baik melalui ArcGIS Online maupun ArcGIS Enterprise. Sementara itu, ArcMap sangat mendukung untuk proses pembuatan peta dan analisis spasial suatu wilayah.

Jadi, sekali lagi waktu yang tepat untuk menggunakan ArcGIS Pro dan kapan harus menggunakan ArcMap adalah tergantung pada kebutuhan. Jika output peta akan dicetak, maka ArcMap lebih disarankan. Namun apabila peta ingin dibagikan ke website, maka sebaiknya menggunakan ArcGIS Pro.

Pertanyaan tentang ArcGIS vs ArcMap memang akan terus muncul, terlebih dari para pemula. Bagi yang merasa bingung dalam pembuatan peta dan analisis spasial, bisa langsung menghubungi Patra Statistika untuk berkonsultasi. Patra Statistika juga menerima jasa pembuatan peta dan pengolahan data spasial.

Kategori
Jasa Olah Data

Sekilas Tentang Google Earth ArcGIS Extension yang Perlu Kamu Tahu

Jika membahas tentang citra satelit, maka yang akan disebutkan pertama kali adalah Google Earth. Gambar citra dari Google ini memang yang paling banyak diakses. Oleh karena itu, sering muncul pertanyaan mengenai Google Earth ArcGIS Extension.

Adakah Ekstensi Google Earth ArcGIS?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak. ArcGIS sudah tidak menyediakan ekstensi untuk Google Earth secara langsung pada programnya. Meski demikian, data imagery dari Google Earth masih bisa diproses dengan menggunakan ArcGIS.

Bahkan ArcGIS merupakan program yang paling sesuai untuk memproses semua data imagery GIS. Tak hanya data 2D saya, data 3D pun juga bisa diproses dengan mudah melalui ArcGIS. Oleh karena itu, Esri terus mengembangkan ArcGIS untuk bisa terus mendukung fungsi ini.

Di samping itu, Esri terus bekerja sama dengan Google untuk menciptakan pengalaman GIS yang paling optimal kepada komunitas pengguna GIS. Untuk itu, Esri mengembangkan ArcGIS Enterprise versi 10.5 sebagai program relasi bagi para pengguna Google Earth Enterprise dan Google Maps Engine.

ArcGIS ft. Google

Bukan hanya ArcGIS Enterprise saja yang compatible dengan produk Google Earth, namun platform ArcGIS lainnya pun demikian. Untuk lebih jelasnya, simak daftar produk ArcGIS apa saja yang bisa digunakan sebagai partner untuk Google dan versinya:

  • Para pengguna Google Earth Enterprise Client dan Google Earth Pro bisa menggunakan ArcGIS Earth atau ArcGIS Pro (ArcGIS versi desktop).
  • ArcGIS Enterprise bisa digunakan sebagai solusi untuk Google Earth Enterprise Fusion Server dan Google Earth Enterprise Earth Server.
  • ArcGIS dan ArcGIS Pro (ArcGIS Desktop) dengan database peta offline bisa digunakan untuk Google Earth Enterprise Portable Server.
  • Untuk Google Earth API dengan plugin, bisa memanfaatkan ArcGIS Enterprise yang sudah termasuk dengan 3D Web Scenes.
  • ArcGIS Online atau ArcGIS Enterprise yang bisa dijalankan berkat sistem penyimpanan berbasis cloud bisa digunakan sebagai solusi untuk Google Maps Engine.
  • Terakhir, untuk Google Maps Engine API compatible untuk digunakan pada ArcGIS API for JavaScript.

Pengumpulan data dan informasi dari citra satelit memang sangat diperlukan dalam proses pemetaan. Itulah mengapa, banyak yang mencari tahu tentang Google Earth ArcGIS Extension. Dengan begitu, akan dengan mudah memasukkan data dari proyeksi citra Google Earth pada lembar kerja ArcGIS yang tengah dikerjakan.

Meskipun demikian, ArcGIS sendiri tidak memiliki bentuk ekstensi khusus untuk untuk Google Earth. Justru, ArcGIS bekerja sama dengan Google Earth agar sama-sama bisa meningkatkan pengalaman para pengguna dalam pengolahan data GIS.

Melihat rumitnya proses untuk memasukkan data imagery Google Earth ke ArcGIS, ada baiknya untuk mempercayakan proses tersebut pada Patra Statistika. Perusahaan ini mampu mengolah data spasial dan membuat peta dengan menggunakan ArcGIS.

Kategori
Jasa Olah Data

Cara Mengolah Citra Landsat 8 di ArcGIS yang Bisa Kamu Tiru

Seperti yang diketahui, ArcGIS merupakan program pemetaan yang bisa memproses segala macam dan format data untuk analisis spasial. Termasuk juga data gambar citra satelit, seperti yang dihasilkan oleh Landsat 8. Tak jarang, banyak yang mencari tutorial cara mengolah citra Landsat 8 di ArcGIS.

Sekilas Tentang Landsat 8

Landsat 8 sendiri merupakan sebuah satelit citra yang diluncurkan oleh Amerika Serikat. Satelit ini mulai mengudara pada 11 Februari 2013. Sesuai namanya, Landsat 8 merupakan satelit kedelapan yang diluncurkan ke antariksa pada program Landsat.

Program Landsat merupakan program gabungan hasil kerjasama antara NASA dan USGS (United States Geological Survey). Landsat 8 sendiri bertugas menggantikan Landsat 5 yang telah pensiun, dan menemani Landsat 7 yang kala itu masih beroperasi sendirian. Adapun tugas dari Landsat 8 yaitu:

  • Mengumpulkan gambar citra permukaan bumi dengan resolusi medium (30 meter resolusi spasial) secara berkala untuk setiap musimnya dalam jarak waktu kurang dari 5 tahun.
  • Memastikan bahwa data yang diperoleh oleh Landsat 8 memiliki kualitas yang sama dengan data yang diperoleh oleh Landsat sebelumnya.
  • Mendistribusikan gambar citra kepada para penggunanya secara gratis dan tanpa diskriminasi.

Mengolah Citra Landsat 8 dengan ArcGIS

Sebagai sebuah program pemetaan yang komprehensif, ArcGIS juga bisa mengolah data yang diperoleh dari Landsat 8. Untuk melakukannya, citra Landsat 8 perlu diubah dalam bentuk imagery agar bisa digunakan dalam proses analisis dengan ArcGIS. Berikut adalah cara yang bisa digunakan:

1. Menggunakan Menu Composite Bands di Data Management Tool

Cara yang pertama memanfaatkan menu Composite Bands dengan Data Management tool. Berikut langkah-langkahnya:

  • Pada ArcMap, pilih menu Geoprocessing > ArcToolbox > Data Management Tools > Raster > Raster Processing > Composite Bands.
  • Kemudian, klik tombol Browse (gambar folder dengan panah ke luar di kolom teratas), dan cara input raster yang dikehendaki.
  • Pilih folder lokasi ke mana gambar citra dari Landsat 8 akan disimpan pada kolom Output Raster, kemudian klik OK.

2. Menggunakan Tombol Composite Button di Jendela Image Analysis

Alternatif cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan fungsi Image Analysis. Berikut langkah-langkah caranya:

  • Pada ArcMap, tambahkan raster bands pada dokumen peta.
  • Arahkan kursor ke Windows > Image Analysis.
  • Setelah kotak dialog terbuka, klik tombol Shift pada keyboard dan pilih band gambar citra yang ingin dimasukkan.
  • Terakhir, klik tombol Composite Band untuk memproses perintah.

Yang menjadi masalah, cara mengolah citra Landsat 8 di ArcGIS tidak semudah yang terlihat. Diperlukan keahlian dalam penguasaan program ArcGIS itu sendiri. Oleh karenanya, meminta bantuan profesional pada Patra Statistika merupakan langkah yang paling tepat.

Patra Statistika merupakan jasa pengolahan data, termasuk analisis spasial dan pembuatan peta. Semua tahapan proses yang dikerjakan akan diinformasikan secara langsung agar hasil akhir yang diperoleh sesuai dengan yang dikehendaki.

Kategori
Jasa Olah Data

Cara Membuat Titik Koordinat di ArcGIS yang Bisa Kamu Ikuti

Dalam sebuah peta, titik koordinat berperan untuk menunjukkan sebuah lokasi menurut garis lintang dan garis bujur. Dengan mengetahui titik koordinat sebuah lokasi, maka lokasi tersebut dapat dengan tepat diketahui keberadaannya. Berikut tahapan dalam cara membuat titik koordinat di ArcGIS:

Tentang Sistem Koordinat

Sistem koordinat sendiri merupakan sebuah sistem dalam geometri untuk menentukan lokasi sebuah objek atau titik. Sistem ini pun dipinjam sebagai istilah dalam ilmu geografi untuk menunjukkan sebuah lokasi di permukaan bumi.

Penggunaan sistem koordinat untuk menentukan titik koordinat suatu lokasi dianggap memiliki angka ketelitian yang paling maksimal. Ini karena patokan dalam penentuan lokasinya lebih pasti, sebab garis lintang maupun garis bujur tidak akan mengalami perubahan.

Menambahkan Sistem Koordinat pada Peta dengan ArcGIS

ArcGIS sebagai sebuah program pemetaan, tentunya memiliki database sistem koordinat yang sering digunakan. Berikut tahapan dalam penambahan sistem koordinat dengan menggunakan ArcGIS:

1. Menambahkan Sumbu x,y sebagai Layer

Titik koordinat yang paling sering digunakan adalah sumbu x,y. Kedua sumbu ini merujuk pada garis lintang (sumbu x) dan garis bujur (sumbu y). Nilai dari sumbu x,y inilah yang merepresentasikan titik koordinat suatu lokasi. Langkah-langkah untuk menambahkan sumbu x,y sebagai layer yaitu:

  • Pastikan membuka file peta yang akan ditambahkan titik koordinatnya pada dokumen ArcGIS.
  • Kemudian, klik File > Add Data > Add XY Data.
  • Pilih tabel yang memiliki data titik koordinat x,y.
  • Identifikasi kolom untuk sumbu x dan sumbu y. Untuk sumbu z bisa diisi jika ada data elevasi ketinggian, jika tidak bisa dikosongkan.
  • Tentukan sistem koordinat yang ingin digunakan.
  • Klik OK untuk menyimpan perubahan yang dibuat.

2. X,Y Event Layers dan ObjectID

Apabila tabel x,y yang dimasukkan tidak memiliki kolom ObjectID, maka layer tersebut tidak akan bisa diberi perintah. Oleh karena itu, untuk bisa melakukan perintah, perlu untuk mengekspor x,y layer menjadi sebuah feature class. Untuk melakukannya, simak caranya berikut ini:

  • Klik kanan pada x,y layer yang baru saja dibuat, lalu pilih Data > Export Data.
  • Akan muncul kotak dialog Export Data. Pastikan pada kolom Export berisi ‘All Features in View Extent’, dan pilih pilihan ‘the data frame’.
  • Pada bagian output, pilih lokasi penyimpanan dan jangan lupa untuk memberikan nama pada feature class yang baru.
  • Terakhir, klik OK untuk menyimpan perubahan.

Melihat pentingnya sistem koordinat, tak heran jika peta harus mencantumkannya, termasuk pada peta yang dibuat dengan ArcGIS. Meskipun tahu cara membuat titik koordinat di ArcGIS, namun bagi orang yang tidak menguasai program ini tetap akan merasa kesulitan.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk meminta bantuan pada Patra Statistika dalam proses pembuatan peta serta pengolahan data spasial. Perusahaan jasa ini memiliki para pakar yang telah ahli dalam mengoperasikan ArcGIS dan membuat peta serta mengolah data-data spasial.

Kategori
Jasa Olah Data

Berkenalan dengan ArcGIS Desktop, Versi Standar untuk Perangkat ArcGIS

Bagi para profesional di bidang spasial, pasti akan mengatakan bahwa ArcGIS Desktop merupakan program yang harus dikuasai. Dibandingkan dengan versi ArcGIS yang lain, versi desktop merupakan sebuah starting point. Terlebih lagi, jika menguasai versi desktop, pasti akan dengan mudah versi yang lainnya. Untuk mengenal lebih dekat tentang versi desktop ini, simak penjelasan berikut:

1. ArcMap dan ArcGIS Pro

Ada 2 aplikasi ArcGIS untuk yang bisa digunakan di desktop, yakni ArcMap dan ArcGIS Pro. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Seperti namanya, kegunaan ArcMap lebih fokus pada proses pembuatan peta. Mulai dari pembuatan peta dari awal, mengedit, hingga menambahkan informasi dalam beragam format data. ArcMap juga mampu menganalisis data mentah yang dimiliki hingga memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Sementara itu, ArcGIS Pro merupakan hasil pengembangan tanpa henti yang dilakukan oleh para pakar GIS. Aplikasi ini mampu menghadirkan informasi spasial dalam bentuk 2D dan 3D sesuai dengan yang dibutuhkan. Sesuai namanya, aplikasi ini banyak dimanfaatkan oleh para profesional di bidang spasial.

2. Membuat dan Mendesain Peta 2D dan 3D

Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada, tampilan peta tak hanya berwujud 2 dimensi saja. Versi desktop dari ArcGIS telah mampu menghadirkan peta dalam bentuk 3 dimensi. Hasil output peta yang dibuat pun bisa menyampaikan informasi secara lebih akurat.

3. Analisis

Seperti yang diketahui, ArcGIS merupakan program yang mendukung proses analisis, khususnya di ranah spasial. Program ini didukung oleh bermacam analysis toolbox serta modeling framework yang bisa memproses segala macam analisis spasial.

Pembuatan peta dan pengolahan data spasial bisa lebih terarah dengan format peta 2D dan 3D yang bisa dipilih. Tak perlu lagi menggunakan banyak program aplikasi untuk membuat peta dan mengolah data. Ada ArcGIS yang bisa melakukannya sekaligus tanpa perlu banyak membuka program.

4. Manajemen Data

Dalam setiap kegiatan penelitian, manajemen dan pengumpulan data menjadi tahapan yang krusial. Menggunakan ArcGIS versi desktop bisa membantu proses ini. Terlebih, semua platform ArcGIS saling bisa diintegrasikan, sehingga memudahkan dalam pengumpulan data-data spasial.

5. Imagery

ArcGIS memiliki database untuk berbagai jenis imagery permukaan bumi yang bisa diakses oleh para penggunanya. Pengguna pun tinggal memilih data imagery mana yang dibutuhkan dan langsung bisa mengaksesnya dari desktop.

6. Cross Platforms

Dengan menggunakan ArcGIS untuk desktop, bisa menjangkau dan me-manage semua platform ArcGIS yang dimiliki dari desktop. Tak hanya itu saja, sharing data pun bisa dengan mudah dilakukan dari versi desktop ke server ArcGIS maupun ke website.

Memang ada banyak kelebihan dalam menggunakan ArcGIS Desktop. Sayangnya, untuk bisa menguasai program ini dibutuhkan waktu belajar yang tidak sebentar. Oleh karena itu, percayakan proses pembuatan peta dan analisis spasial kepada Patra Statistika yang lebih berpengalaman.