Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Pemetaan Geografi Peta Digital Arcgis Arcview

Berkenalan dengan ArcGIS Esri, Program Pemetaan Unggulan Para Mapper

ArcGIS Esri merupakan program analisis pemetaan yang dikembangkan oleh Esri. Kemampuan GIS dalam pemetaan tak perlu diragukan lagi, karena sudah banyak terbukti. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan oleh ArcGIS? Simak informasi lengkapnya berikut ini:

1. Analisis Spasial dan Data Science

Jangan menganggap bahwa data science yang seringkali berbentuk tabel tidak bisa diintegrasikan dengan data spasial. Anggapan itu akan terbantahkan jika melakukan proses analisis dengan menggunakan bantuan ArcGIS. Alasannya, karena program ini mampu menggabungkan berbagai jenis data dalam bermacam format menjadi satu kesatuan informasi spasial yang utuh.

2. Field Operations

Untuk orang yang bekerja di lapangan, misalnya para surveyor, faktor lokasi memiliki peranan yang sangat penting. Esri memiliki aplikasi ArcGIS yang bisa dimanfaatkan oleh para pekerja lapangan untuk mempermudah pekerjaannya. Data yang diperoleh pun bisa langsung diintegrasikan dan diakses bersama tanpa harus menunggu saling bertatap muka terlebih dahulu.

3. Pemetaan

Inilah fungsi yang paling banyak orang tahu tentang ArcGIS. Program ini digunakan untuk proses pemetaan dan pembuatan peta. Pada beberapa bidang pekerjaan, keberadaan peta menjadi krusial karena turut membantu dalam pengambilan kebijakan dan keputusan. Selain itu, proses perencanaan pun bisa lebih mudah jika dilakukan dengan menggunakan peta.

4. 3D GIS

Tak hanya peta versi datarnya saja, ArcGIS juga mampu menghasilkan peta versi 3D. Bentuk peta ini akan memudahkan dalam proses analisis, khususnya terkait penggunaan serta pemanfaatan ruang. Model 3D ini seringkali dimanfaatkan dalam pembuatan kebijakan ruang dan wilayah.

5. Imagery & Remote Sensing

Esri memiliki cloud khusus yang menyimpan informasi geospasial bernama Esri Geospatial Cloud. Data cloud ini memuat informasi terlengkap mengenai gambar, topografi, serta informasi geospasial terlengkap. Data cloud tersebut bisa diakses dengan menggunakan ArcGIS.

Dengan begitu, menggunakan ArcGIS sangat memudahkan pekerjaan, mulai dari mapping, analisis spasial, hingga visualisasi dan eksploitasi. Penentuan rencana dan pengambilan kebijakan serta keputusan pun bisa lebih terarah dan meminimalkan resiko yang mungkin akan dihadapi.

6. Pengumpulan Data dan Manajemen

Bukan hanya menggunakan data yang sudah tersedia pada cloud milik Esri, namun menggunakan ArcGIS bisa menambahkan data sendiri. Data yang ditambahkan pun bisa dibagikan dengan pengguna ArcGIS lainnya. Bisa juga menambahkan data dari sumber lain, karena program ini mampu membaca beragam jenis format data.

Meskipun ArcGIS Esri sudah terbukti sebagai program pemetaan terbaik, banyak yang menghadapi kendala dalam penggunaannya. Urusan kapasitas komputer yang digunakan sering menjadi hambatan, serta keterbatasan dalam penguasaan program ini sendiri.

Untuk itu, meminta bantuan pada Patra Statistika bisa menjadi solusi terbaik untuk urusan pembuatan peta. Patra Statistika sanggup mengolah data yang ada menggunakan ArcGIS dari awal hingga akhir. Perkembangan proses pengerjaannya pun akan terus diinformasikan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan yang dibutuhkan.

Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Olah Data Jasa Pemetaan Geografi Peta Digital Arcgis Arcview

Mengenal GIS dalam Pemetaan GIS yang Lebih Akurat

Sebelumnya pemetaan dilakukan secara manual yakni mengukur dan menggambarkan permukaan bumi, lalu menuliskannya di sebuah kertas. Seiring dengan berkembangnya zaman, proses pemetaan mengalami perkembangan. Sekarang, pemetaan secara manual mulai jarang ditemui berkat hadirnya pemetaan GIS.

Apa Itu Pemetaan GIS? 

Sebelum menjelaskan mengenai pemetaan GIS, yang harus dipahami terlebih dahulu adalah GIS itu sendiri. Geographic Information System atau Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi berdasarkan data spasial. GIS juga bisa diartikan sebagai integrasi perangkat keras, lunak, dan data yang nantinya akan digunakan untuk menganalisis, mengelola, dan menampilkan suatu informasi berdasarkan kondisi geografis. 

Berdasarkan pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa pemetaan GIS adalah proses pengukuran dan penggambaran permukaan bumi dengan memanfaatkan sistem informasi geografis. Singkatnya pemetaan ini merupakan pembuatan peta secara digital. Dalam pelaksanaannya, pemetaan melalui GIS dilakukan dengan bantuan satelit, sehingga hasil yang diberikan lebih akurat. 

Komponen GIS

Untuk bisa membuat peta dengan memanfaatkan GIS, pemahaman yang mendalam mengenai GIS harus dimiliki. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengenali komponen yang ada di dalam GIS. Terdapat lima komponen GIS yang harus diketahui yakni:

1. Hardware 

Perangkat keras merupakan suatu benda yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem informasi geografis. Salah satu contoh perangkat keras dalam GIS adalah komputer. Selain itu digitizer, scanner, dan plotter juga termasuk dalam hardware GIS. 

2. Software

Perangkat lunak merupakan aplikasi yang digunakan untuk menjalankan GIS. Umumnya aplikasi GIS memiliki kemampuan untuk mengolah, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menampilkan data spasial. Ada banyak aplikasi GIS yang bisa digunakan, termasuk Arcgis.

3. Data

Komponen lain dari GIS adalah data yang berupa data spasial dan atribut atau non spasial. Data spasial sendiri adalah data yang menyajikan keadaan di permukaan bumi berdasarkan titik koordinat tertentu. Biasanya data ini digambarkan dengan grafik, foto udara, citra satelit, dan kainnya. 

Sedangkan data atribut atau non spasial adalah data yang berisi informasi serta aspek deskriptif dari objek berdasarkan data spasial. Contoh dari data atribut yakni sensus kependudukan atau data statistik. 

4. Brainware atau Manusia

Manusia adalah komponen utama dalam GIS sebab pengoperasian GIS tidak bisa dilakukan tanpa adanya sumber daya manusia. Selain itu, manusia juga turut berperan dalam pengembangan GIS sehingga lebih mudah untuk digunakan. 

Pengguna GIS sendiri juga terdiri dari berbagai tingkatan. Pada tingkat atas terdapat spesialis yang telah memahami, mendesain , mengelola sistem hingga turut mengembangkan GIS. Lalu ada pula pengguna yang memanfaatkan GIS untuk membantu pekerjaan. 

5. Metode 

Setiap permasalahan yang akan dianalisis melalui GIS memiliki metode yang berbeda untuk mendapatkan hasil terbaik. GIS dapat dikatakan baik jika aspek desain dan aspek realnya juga dalam kondisi yang baik. 

Pemetaan GIS merupakan sebuah terobosan dalam pemetaan untuk menghasilkan peta yang lebih akurat dengan cara yang cenderung lebih praktis. Agar proses pembuatan peta dengan GIS berjalan lancar, diperlukan perangkat lunak yang tepat. ArcGIS merupakan satu dari sekian aplikasi GIS yang terpercaya. 

Nah, buat mahasiswa yang merasa kesulitan dalam proses pemetaan secara digital dengan ArcGIS, kami siap membantu. Dengan memanfaatkan jasa kami, pemetaan melalui GIS akan lebih cepat selesai dan hasilnya pun memuaskan. 

Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Pemetaan Geografi Peta Digital Arcgis Arcview

Karakteristik dan Fungsi dari Pemetaan Topografi

Peta merupakan lembaran yang menggambarkan permukaan bumi pada bidang yang datar, namun diperkecil menggunakan skala tertentu. Namun, jika ingin menggambarkan ketinggian dan rupa suatu wilayah, maka yang dilakukan proses pemetaan topografi. Biasanya, peta tersebut berskala besar dan menunjukkan sebuah objek dengan detail yang tinggi.

Meskipun sama-sama bernama peta, namun peta biasa dan peta topografi memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Agar tidak sampai salah dalam proses pembuatannya, ada gunanya mengetahui karakteristik dan kegunaan topografi. Berikut adalah detail dan penjelasannya:

1. Menyajikan Informasi Ketinggian

Hal pertama yang perlu diketahui mengenai topografi adalah fungsi utamanya. Sesuai namanya, ini adalah peta yang berfungsi untuk menggambarkan informasi ketinggian serta perbedaan ketinggian antar lokasi. Peta ini biasanya digunakan untuk menginterpretasikan bentukan dari sebuah lokasi.

Selain itu, peta ini seringkali digunakan para pendaki untuk menentukan rute yang akan diambil. Ketika akan mendaki, pendaki tentunya membutuhkan informasi dan gambaran mengenai medan yang akan ditempuh. Oleh karena itu, para pendaki wajib mengetahui cara membaca peta serta maksudnya.

2. Berskala Besar

Salah satu perbedaan dasar dari peta tersebut adalah skala yang digunakan dalam proses pembuatannya. Topografi menggunakan skala besar untuk menunjukkan garis-garis kontur yang ada pada peta. Hal ini juga memudahkan pengguna dalam membaca dan memahami isi peta. Apabila topografi menggunakan skala kecil, maka ditakutkan peta menjadi kurang akurat.

3. Tidak Berwarna

Berbeda dengan peta pada umumnya, peta ini tidak berwarna. Jika pun berwarna, warnanya sangat sedikit, bahkan biasanya hanya berwarna hitam dan putih. Karena yang dibutuhkan dalam peta bukanlah gambaran mengenai lautan dan daratan namun garis kontur yang menggambarkan ketinggian.

4. Menggunakan Garis-Garis Kontur

Salah satu ciri khas dari topografi adalah penggunaan garis-garis kontur. Garis-garis tersebut biasanya menggambarkan tanah atau keadaan tanah suatu wilayah. Jadi, jangan heran jika melihat peta dengan penuh garis, karena itu adalah untuk membaca topografi.

5. ArcGIS

Pembuatan peta ini tidak sama dengan peta pada umumnya, karena butuh pengukuran lebih detail dan akurat. Bagi yang ingin membuat Topografi maka dapat menggunakan software ArcGIS. Ini adalah sebuah software yang berbasis Geographic Information System (GIS).

Salah satu fitur yang ada pada aplikasi ini adalah ArcMap yang mampu memberikan output seperti peta. Outputnya pun seperti tampilan peta namun memiliki informasi yang detail sehingga dapat digunakan untuk menganalisa sebuah lokasi.

Jadi, itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang pemetaan topografi. Peta ini tidak seumum peta lainnya, namun tetap sangat penting kegunaannya. Bagi para mahasiswa yang sedang kesulitan dalam pembuatan peta tersebut tidak perlu khawatir. Karena kami akan membantu membuatnya sampai selesai dengan detail yang dibutuhkan. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami dan jangan malu untuk bertanya. Jasa Bikin Peta, jasa Pemaetaan Geografi, Konsultasi Bikin Peta Tematik.

Kategori
Jasa Pemetaan Geografi Peta Digital Arcgis Arcview

Ini Dia Pengertian Pemetaan Geologi dan Langkah-langkah di Dalamnya

Pengertian pemetaan geologi atau yang sering disebut geological mapping adalah penggambaran pada peta dasar topografi. Output yang dihasilkan dari aktivitas pemetaan geologi adalah cerminan dari kondisi asli geologi tetapi memang dimodifikasi dalam skala yang diinginkan. Pemetaan geologi kemudian menjadi penting untuk berbagai tujuan nantinya.

Kondisi yang Dipetakan

Ada beberapa hal di lapangan yang biasa dimasukkan dalam pemetaan geologi seperti misalnya penyebaran batuan, kenampakan morfologi bentang alam, dan struktur geologi. Dalam pembuatannya, pengamatan harus dilakukan dengan hati-hati dan harus akurat supaya bisa diinterpretasikan apa yang terjadi beberapa tahun lalu.

Ilmu geologi sendiri pada awalnya berkembang di sekitaran tahun 500-300 sebelum Masehi jika didasarkan pada pemikiran filsuf Yunani. Dalam perkembangannya, ilmu ini banyak digunakan dalam bidang pertambangan, perminyakan, teknik sipil, hingga lingkungan. Cakupan yang sangat luas dari pemetaan geologi sendiri membuat hal ini kemudian menjadi penting untuk dilakukan.

Proses dalam Pemetaan Geologi

Pada saat melakukan pemetaan geologi, pada dasarnya ada beberapa proses yang perlu dilalui terlebih dahulu agar bisa didapatkan hakikat dari aktivitas ini. Ketiga hal itu adalah penyatuan atau pengelompokan, pengurutan posisi, serta rekonstruksi struktur. Semuanya akan dibahas lebih lanjut berikut ini:

1. Pengelompokan

Dalam pengelompokan sendiri biasanya didasarkan pada tiga hal penting yakni litostratigrafi, kronostratigrafi, dan biostratigrafi. Pada saat pengelompokan, tidak semuanya dipakai karena menggunakan satu saja sudah cukup sebenarnya. Acuan yang paling sering dipakai dalam langkah pertama ini adalah litostratigrafi.

2. Pengurutan Posisi Satuan

Langkah kedua yakni pengurutan posisi satuan atau bisa juga dilakukan dalam berkelompok. Tujuan dari pengurutan posisi adalah agar didapatkan sejarah pembentukan batuan pada daerah yang sedang dilakukan pemetaan.

3. Proses Rekonstruksi Struktur Geologi

Proses terakhir yang dilakukan adalah rekonstruksi struktur geologi yang didapatkan dengan memperkirakan struktur awalnya. Hasil yang didapatkan biasanya berupa gambaran besar dari struktur geologi serta hubungannya dengan struktur-struktur yang berada dalam satu peta.

Perkembangan Pemetaan Geologi

Saat ini perkembangan dalam hal teknologi informasi juga ikut merubah banyak hal termasuk di dalamnya pemetaan geologi ini. Sistem yang sering digunakan biasanya berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga asek pemetaan geologi pun juga ikut berubah. Software bisa membuat penyimpanan elektronik dari karakteristik dan ukuran dari tubuh batuan bisa dilakukan.

Para ahli dalam bidang geologi juga memungkinkan untuk melakukan analisis secara spasial dalam berbagai hal. Misalnya pada kemungkinan penyebaran polusi di sekitar sumur bor maka bisa dilakukan dengan dasar sifat batuannya. Analisa lain yang sangat terbantu adalah penentuan rute jalan agar wilayah yang rawan longsor bisa dihindari.

Nah itu dia sedikit tentang pengertian pemetaan geologi dan juga langkah-langkah di dalamnya yang bisa diberikan. Sebenarnya dalam hal pemetaan dengan menggunakan SIG tadi memerlukan bahasa pemrograman tertentu. Patra Statistika bisa membantu mengatasi permasalahan yang akan dihadapi sehingga peta yang dihasilkan bisa lebih baik.

Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Pemetaan Geografi

Mengetahui Dasar dan Tujuan Penting Pemetaan Lahan

Lahan adalah salah satu komponen penting yang menjadi tempat tumbuh tanaman penghasil pangan ataupun tempat tinggal. Istilah lahan sendiri erat kaitannya dengan luasan kawasan pertanian yang saat ini mulai berkurang. Indonesia sebagai negara agraris memerlukan pemetaan lahan dengan berbagai tujuan salah satunya untuk fungsi perencanaan ke depan.

Dasar dari Peta Lahan Pertanian

Sebenarnya ada berbagai alasan mengapa peta suatu lahan pertanian kemudian menjadi penting memang peta ini nantinya akan menjadi sumber informasi. Salah satu dasar adanya pembuatan peta lahan adalah UU No 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Dalam UU tersebut diharapkan bahwa luasan lahan pertanian yang ada bisa dikontrol dan menekan angka alih fungsi lahan. Ada beberapa poin yang belum banyak diimplementasikan seperti misalnya penentuan wilayah lahan utama dan lahan cadangan untuk pertanian.

Selain untuk memetakan lahan pertanian sebagai sumber informasi, ada juga tujuan untuk mengetahui potensi yang ada dalam suatu daerah. Beberapa hal lain yang nantinya menjadi tujuan pengembangan peta lahan adalah analisis berkaitan dengan unsur hara, komoditas yang tepat, ataupun penyebaran hama.

Tujuan Umum Pemetaan Lahan

Keberadaan informasi adalah salah satu elemen penting yang membuat manusia dan sistem yang ada di dalamnya berkembang. Ada beberapa tujuan umum dari pembuatan peta lahan pertanian yang dilakukan ini yakni:

1.  Inventarisasi Data dan Informasi

Tujuan pertama dari pemetaan adalah sebagai inventarisasi data dan informasi yang bisa diakses oleh seluruh pihak. Keberadaan ini sangat penting untuk memahami bagaimana produksi suatu komoditas misalnya untuk kemudian diselaraskan dengan kebijakan yang akan dibuat.

2. Identifikasi Lahan Potensial

Ketika sudah didapatkan data dan informasi, maka data bisa diinterpretasikan lebih lanjut dan diidentifikasi lahan-lahan potensial. Hal ini bisa dilihat dari hasil produksi ataupun juga pemetaan kandungan hara serta curah hujan yang mendukung untuk pertumbuhan komoditas. Identifikasi lahan sebenarnya sangat penting dalam penentuan komoditas yang cocok serta waktu tanam.

3. Pengembangan Data

Tujuan yang lain tentunya adalah untuk membuat strategi khusus dalam mengembangkan data yang sudah dikumpulkan. Data peta lahan bisa digunakan untuk pengajuan kawasan, lahan pangan utama dan lahan cadangan untuk perlindungan pangan nantinya.

4. Adanya Efisiensi dalam Pengembangan Lahan

Tidak semua lahan bisa cocok dilakukan penanaman untuk satu komoditas tertentu. Hal ini kemudian menjadikan adanya peta lahan bisa membantu lembaga pertanian dalam membuat kebijakan yang lebih efisien dan tepat. Bantuan data lokal dan juga hasil pertanian yang bisa diakses dengan mudah akan sangat membantu dalam hal evaluasi.

Aplikasi pemetaan lahan biasanya menggunakan aplikasi yang berbasis dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG ini biasa dibangun dengan bahasa pemrograman tertentu yang mungkin tidak lazim bagi beberapa orang. Patra Statistika akan membantu dalam hal itu sehingga pemetaan yang akan dilakukan bisa lebih mudah nantinya.

Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Pemetaan Geografi

Ini Dia Pentingnya Melakukan Pemetaan Bencana serta Contoh Jenis-jenis Peta Bencana

Bencana adalah salah satu hal buruk yang sering terjadi dan tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini biasa terjadi baik karena ulah manusia sendiri ataupun karena kondisi alamiah. Indonesia sendiri adalah salah satu wilayah yang punya banyak potensi bencana. Pemetaan bencana kemudian menjadi penting untuk dilakukan karena memang dibutuhkan dalam banyak tujuan.

Konsep Peta Resiko

Sebuah wilayah pasti memiliki resiko bencana yang memiliki nilai tersendiri berdasarkan tingkat kerentanan dan juga ancaman di wilayah tersebut. Analisis resiko ini bisa dilakukan dengan banyak metode salah satunya adalah dengan pemetaan menggunakan aplikasi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).

Banyak pihak di Indonesia yang sudah sadar mengenai betapa pentingnya penyusunan peta resiko bencana ini. Setiap lembaga memiliki metode berbeda dan hasil yang berbeda pula. Ketika potensi resiko bencana sudah dipetakan, hal ini diharapkan menjadi lebih mudah penanganan dan pencegahaannya.

Jenis Pemetaan Resiko Bencana

Pemahaman mengenai pemetaan bencana saat ini menjadi lebih mudah karena keberadaan teknologi. Pemetaan biasa dimasukkan ke dalam sebuah sistem informasi spasial sehingga dapat ditunjukkan melalui gambar dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Beberapa jenis pemetaan dalam resiko bencana ini yaitu:

1. Peta Ancaman

Jenis yang pertama adalah peta ancaman, berisi tentang gambaran secara garis besar dari suatu wilayah yang memiliki ancaman tertentu. Kerentanan ini bisa berupa kedekatan terhadap gunung api ataupun juga terhadap lempeng bumi yang sering mengalami gempa. Contoh nyata dari jenis peta ini adalah peta KRB Gunung Merapi ataupun juga peta kawasan tertentu yang rawan banjir.

2. Peta Kerentanan

Jenis peta kedua yakni peta kerentanan dengan ciri khas menggambarkan suatu wilayah beserta kondisi wilayah yang memiliki ancaman-ancaman tertentu. Rentan di sini berarti pada aset-aset penghidupan ada beberapa hal yang bisa menyebabkan resiko bencana. Misalnya adalah pada peta kerentanan penduduk dimana penduduk memiliki potensi terkena penyakit atau kekurangan pangan.

3. Peta Kapasitas

Menggambarkan bagaimana suatu wilayah memiliki kapasitas atau kemampuan tertentu dalam penanggulangan bencana. Contoh besar dari peta kapasitas adalah peta evakuasi, peta peringatan dini, dan peta jumlah tenaga medis. Selain itu, hal lain yang perlu dipetakan adalah tingkat perokonomian masyarakat yang nantinya akan berengaruh pada pajak dan penghasilan.

4. Peta Resiko Bencana

Jenis peta terakhir ini menggambarkan suatu wilayah yang memiliki tingkat resiko tertentu dengan berbagai parameter ancaman. Contoh dari pemetaan ini adalah peta resiko banjir yang menunjukkan bagaimana potensi banjir pada suatu daerah. Selain itu ada juga peta resiko bencana longsor dan gempa bumi.

Pemetaan bencana dalam pembuatannya perlu melalui berbagai analisis tertentu berdasarkan parameter yang diinginkan. Saat ingin membuat peta bencana, coba konsultasikan dengan Patra Statistika supaya parameter yang dipilih sesuai dengan tujuan.

Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Pemetaan Geografi Peta Digital Arcgis Arcview

Pemetaan Wilayah Desa, Aspek Penting dalam Perencanaan Wilayah

Mungkin tak banyak yang menyadari, bahwa desa merupakan variabel penting dalam sebuah perencanaan wilayah. Sebagai satuan pemerintahan dalam lingkup terkecil, desa menjadi titik awal yang harusnya dinomorsatukan. Itulah mengapa, pada perencanaan partisipatif, nilai penting akan pemetaan wilayah desa begitu ditekankan.

Apa Itu Pemetaan Wilayah Desa?

Seperti yang telah disinggung, desa merupakan tingkatan terkecil dari tatanan pemerintahan. Kumpulan dari desa-lah yang kemudian membentuk wilayah yang lebih luas. Kesadaran inilah yang kemudian memunculkan pemahaman, bahwa perencanaan wilayah harus dimulai dari bawah.

Adapun pemetaan yang dimaksud di sini, tidak hanya berkaitan dengan pemetaan secara administratif wilayah desanya saja. Akan tetapi lebih kepada memetakan apa saja yang dimiliki oleh suatu wilayah desa, baik yang bersifat positif maupun negatif. Yang bersifat positif untuk terus diberdayakan, sementara yang negatif perlu dicari jalan keluarnya bersama.

Menuangkan potensi dan kekurangan dalam bentuk peta jelas akan lebih mudah untuk dipahami daripada hanya berbentuk narasi. Dengan begitu, orang akan mudah tahu di bagian mana dari wilayah desa itu yang harus disoroti.

Proses pemetaan desa ini pun melibatkan masyarakat secara aktif, karena masyarakat sendirilah yang mengalami dan merasakan apa saja yang terjadi di desa. Ini dipandang sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam merencanakan wilayah desanya. Hasilnya kemudian dijadikan sebagai acuan dalam proses perencanaan wilayah yang lebih tinggi, baik di tingkat daerah hingga ke pusat.

Yang Perlu Dipetakan ketika Memetakan sebuah Wilayah Desa

Tidak ada aturan baku mengenai bagaimana proses partisipatif masyarakat harus dituangkan dalam proses pemetaan desa yang dilakukan. Hanya saja, focus group discussion (FGD) menjadi metode favorit untuk mengajak masyarakat desa berpartisipasi.

Adapun poin-poin yang harus diperhatikan ketika memetakan wilayah desa antara lain:

  • Informasi keruangan desa, mulai dari jaringan jalan, sungai, saluran drainase dan sanitasi, batas wilayah, serta tutupan lahan dan pemanfaatannya. Mengenai batas wilayah, perlu dilakukan cross check dengan wilayah desa tetangga yang berbatasan langsung serta tingkat wilayah yang lebih tinggi. Ini dilakukan untuk menghindari semu yang masih sering terjadi ketika membahas terkait batas desa.
  • Potensi dan kelebihan desa, mendata potensi apa saja yang dimiliki oleh desa yang tengah dipetakan. Termasuk juga potensi usaha yang ada untuk bisa dikembangkan untuk semakin mensejahterakan masyarakat desa secara menyeluruh.
  • Kelemahan dan kekurangan desa, pendataan pada kekurangan yang ada di desa untuk dicari bagaimana solusi pemecahannya.

Dalam prosesnya, pemetaan wilayah desa ini bersifat partisipatif dan kolaboratif. Partisipatif karena mau tak mau harus melibatkan masyarakat secara langsung, serta berkolaborasi dengan teknologi pemetaan GIS. Tujuan dari penggunaan GIS sendiri adalah agar hasil pemetaan yang dilakukan bisa seriil mungkin dengan kondisi yang ada di lapangan.

Sayangnya, penguasaan GIS sendiri masih terbatas. Oleh karena itu, hadirnya Patra Statistika bisa sangat membantu dalam proses menuangkan peta partisipatif masyarakat yang ada ke dalam bentuk digitalnya.

Kategori
Jasa Pemetaan Geografi Peta Digital Arcgis Arcview

ArcGIS adalah Apa, sih, dan Apa Saja Jenis dan Fungsinya?

Secara sederhana, bisa dijelaskan bahwa ArcGIS adalah sebuah program yang digunakan untuk pemetaan digital. Meski terkesan ‘Oh, hanya itu saja,’ peranan ArcGIS jauh lebih besar. Alasannya karena selain untuk membuat peta, juga digunakan mengatur, membagi, serta mengolah data spasial.

Untuk lebih jelasnya, simak jenis-jenis ArcGIS yang ada beserta fungsinya berikut ini:

1. ArcGIS Desktop

Bentuk ArcGIS untuk desktop bisa dibilang yang merupakan program yang paling dikenal secara umum. Seperti namanya, program ini harus diinstall pada perangkat komputer untuk bisa digunakan. Dalam ArcGIS desktop, terdapat ArcMap dan ArcGIS Pro.

Menggunakan ArcGIS desktop memberikan keleluasaan dalam pengolahan data spasial dan mengintegrasikannya dengan ArcGIS Online dan ArcGIS Enterprise. Selain itu, dalam program desktop ini juga terdapat beragam tools bawaan yang memudahkan dalam pengolahan data.

2. ArcGIS Online dan ArcGIS Enterprise

Keduanya merupakan platform layanan GIS yang bisa diakses melalui website. Secara fungsi, keduanya sama saja digunakan untuk membuat peta dan mengolah data spasial. Hanya saja, wujudnya secara online melalui platform website dan API.

3. ArcGIS Apps

Selain dalam bentuk desktop dan website, ArcGIS juga ada bentuk aplikasinya. Hanya saja, berbeda dengan versi desktop dan website, jumlah aplikasinya tidak hanya satu. Setiap aplikasi ArcGIS memiliki satu fungsi khusus dan bukan fungsi keseluruhan seperti versi desktop atau website.

MIsalnya saja ArcGIS Navigator yang berfungsi sebagai aplikasi navigasi penunjuk arah. Ada juga ArcGIS Survey123 yang bisa dimanfaatkan untuk survei dan pengumpulan data secara mobile. Namun jangan khawatir, karena semua aplikasi ArcGIS ini bisa diintegrasikan dengan ArcGIS online dan ArcGIS Enterprise.

4. ArcGIS API dan SDK

Selain program ‘jadi’ yang langsung bisa digunakan, ArcGIS juga bisa custom program. Ini dikarenakan terkadang versi ArcGIS yang ada tidak bisa mengolah data yang dibutuhkan dan mengharuskan adanya aplikasi khusus.

Untuk itu, ArcGIS memberikan kemudahan untuk meng-custom program aplikasi pemetaan dan pengolahan data spasial ini sesuai dengan kebutuhan. Dengan ArcGIS API dan SDK, program aplikasi pemetaan ArcGIS pun bisa didesain sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

5. ArcGIS for Developers Tools

Jenis ArcGIS ini merupakan follow up dari poin sebelumnya. Di sini, pengguna diberikan keleluasaan dalam mengatur dan memonitor aplikasi-aplikasi yang telah dibuat dalam satu dashboard. Jadi tidak perlu berlarian ke tiap aplikasi untuk mengaturnya.

Meskipun terdapat banyak jenis dan fungsinya, namun yang perlu digarisbawahi bahwa ArcGIS adalah program untuk membuat peta dan mengolah data spasial. Dalam prakteknya, bebas untuk menggunakan versi desktop ataupun website.

Yang disayangkan, meskipun program ini sangat membantu dalam urusan pengolahan data spasial, namun penguasaannya sangat terbatas. Itulah mengapa keberadaan Patra Statistika bisa menjadi solusi terbaik dalam urusan pembuatan peta dan pengolahan data spasial dengan ArcGIS.

Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Olah Data Jasa Pemetaan Geografi

ArcMap atau ArcGIS Map, Dasar dari Penguasaan Program Pemetaan ArcGIS

ArcGIS Map atau nama resminya ArcMap, merupakan fungsi inti dari ArcGIS. Seperti yang diketahui, ArcGIS merupakan program yang digunakan untuk membuat peta, mengatur, serta mengolah data spasial. Intinya, dalam pembuatan peta dari ArcGIS, maka ArcMap inilah yang bekerja.

Sedikit Mendalami ArcMap

Kegiatan pemetaan dilakukan sepenuhnya dengan menggunakan ArcMap. Mulai dari penentuan wilayah studi yang akan dipetakan, serta datasets yang menyertainya. Datasets ini merupakan data geografis dasar pada wilayah spasial yang tengah dibuat petanya.

Selain itu, ArcMap juga digunakan untuk memasukkan simbol-simbol dalam peta serta mengedit datasets dari peta yang dibuat. Tak hanya itu saja, datasets pun bisa ditambahkan sesuai dengan informasi dan data yang telah berhasil dikumpulkan untuk bisa ditampilkan pada peta.

Kemudian, kegunaan dari ArcMap yang lain adalah untuk menunjukkan informasi dasar yang ada di dalam peta. Jadi bukan hanya petanya saja yang ditampilkan, tetapi juga informasi seperti legenda, garis lintang dan bujur, skala, judul, dan sebagainya.

Apa Saja yang Bisa Dilakukan dengan ArcMap?

Dari sedikit pendalaman di atas, diketahui ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan ArcMap. Untuk lebih jelasnya, simak deskripsi berikut:

  • Pembuatan peta. Ini merupakan fungsi utama dari ArcMap. Tampilan peta yang dibuat bisa disesuaikan dengan kebutuhan mengenai informasi apa saja yang akan dimunculkan.
  • Mencetak peta. Untuk mencetak peta, tak perlu harus mengekspor peta dalam bentuk gambar utuh. Perintah itu bisa langsung dilakukan dengan dari jendela ArcMap.
  • Menambah dan mengedit Dalam praktek pembuatan peta, pasti akan ada informasi tambahan yang ingin dimasukkan ke dalam peta. Atau bisa juga ada informasi yang perlu diperbarui dan diedit karena sudah tidak sesuai.
  • Menggunakan geoprocessing. Sebagai bagian dari GIS yang bersifat visual dan analitikal, ArcMap juga bisa melakukan keduanya. Geoprocessing sendiri merupakan proses untuk analisis maupun otomatisasi penyatuan peta, pembetulan link data yang rusak pada peta, dan memproses data GIS.
  • Mengatur dan menata geodatabase dan ArcGIS dokumen. Ada Catalog Window pada ArcMap yang berfungsi untuk mengatur semua yang diperlukan dalam mengoperasikan GIS. Mulai dari pengaturan datasets dan geodatabase, dokumen peta dan file ArcGIS, tools untuk geoprocessing, dan lainnya.
  • Mempublikasikan peta. ArcGIS bisa diintegrasikan dengan website untuk mempublikasikan informasi dalam bentuk peta. Untuk bisa melakukannya, harus menggunakan ArcGIS for Server.
  • Membagi data dengan pengguna lain. File dan data ArcGIS bisa ditransfer, jadi tidak harus menggunakan satu PC untuk bisa memproses data peta. Selain ini, transfer ini juga bisa dilakukan secara online melalui ArcGIS Online.
  • Menyimpan informasi geografis. Informasi geografis yang telah diperoleh bisa disimpan dan dibagikan dalam format metadata.

Meski terkesan mudah, proses menggunakan ArcGis Map pun butuh kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh setiap orang. Oleh karenanya, memanfaatkan keberadaan Patra Statistika dalam proses pembuatan peta dan pengolahan data spasial bisa menjadi solusi terbaik.

Kategori
Jasa Pemetaan Geografi Peta Digital Arcgis Arcview

Pemetaan Tematik: Pengertian, Fungsi, dan Cara Pembuatan

Peta merupakan media untuk mengenal dunia atau suatu hal tanpa perlu langsung datang ke tempat yang ditunjukan. Selain menggambarkan bentuk geografi dunia atau daerah tertentu, peta juga bisa menggambarkan berbagai hal. Proses penggambaran atau pembuatan peta disebut pemetaan, dan salah satu jenisnya yakni pemetaan tematik.

Pengertian Peta Tematik

Sebelum membahas mengenai pemetaan secara tematik, hal dasar yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah perihal peta tematik. Peta sendiri memiliki beberapa jenis, dan salah satunya adalah peta tematik. 

Berbeda dengan peta umum yang menggambarkan kondisi sebagian atau seluruh permukaan bumi, baik secara geografis maupun geologis, peta tematik adalah peta yang menggambarkan objek atau keadaan tertentu di permukaan bumi.

Untuk membuat peta tematik, pembuat peta tetap harus menggunakan peta umum sebagai patokan. Garis lintang, garis bujur, pemukiman, batas-batas administrasi adalah beberapa informasi yang bisa didapatkan dari peta umum sebagai dasar pembuatan peta tematik.

Selain menggunakan peta umum, pembuatan peta tematik juga memerlukan survei langsung atau penelitian untuk mendapatkan data isi peta. Dengan mengkombinasi data dari peta umum dan survei, barulah peta tematik bisa dibuat. Contoh dari peta tematik sendiri adalah peta kepadatan penduduk, peta persebaran curah hujan, peta cadangan minyak gas, dan lainnya.

Fungsi Peta Tematik

Peta tematik merupakan salah satu peta yang multifungsi. Masing-masing peta tematik memiliki kegunaannya tersendiri. Namun, secara umum peta tematik sering digunakan untuk memberikan informasi yang spesifik pada suatu daerah 

Misalnya saja peta pendapatan penduduk Surabaya. Pada peta tematik tersebut, pembaca peta bisa mendapatkan persebaran dan jumlah pendapatan dari penduduk di daerah Surabaya. 

Selain itu, dari peta tematik masyarakat juga bisa mengetahui potensi yang tersimpan di daerah tersebut. Contohnya peta potensi minyak gas. Dari peta tersebut, pembaca bisa menarik kesimpulan potensi apa yang tersimpan di suatu daerah. 

Cara Melakukan Pemetaan Tematik

Pemetaan secara tematik tidak bisa dilakukan begitu saja. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk membuat peta tematik yang akurat dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. 

  • Pengumpulan Data. Sebelum peta dibuat, yang pertama harus dilakukan adalah mengumpulkan data seputar tema peta tematik. Pengumpulan data bisa dilakukan melalui survey atau penelitian atau wawancara. 
  • Pengolahan Data. Langkah selanjutnya yakni pengolahan data. Data yang telah terkumpul sebelumnya diolah dan dikelompokan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif. Pengelompokan data ini dilakukan supaya pembuatan simbol peta tematik mudah dipahami pembaca.
  • Pembuatan Peta. Tahap akhir dari pemetaan secara tematik yakni pembuatan peta. Untuk dapat membuat peta tematik, peta dasar harus dibuat terlebih dahulu. Setelah itu barulah pembuat peta bisa menambahkan simbol-simbol data pada bagian yang ditentukan. Apabila peta telah selesai dibuat dilakukan editing untuk menghindari kekeliruan. 

Sebelumnya pemetaan tematik dibuat secara manual. Namun, kini ada teknologi terbaru yakni penggunaan peta digital dengan software ArcGIS. Melalui perangkat lunak ini, pembuatan peta tematik semakin mudah dan praktis. 

Sayangnya, tidak semua orang bisa menggunakan ArcGIS. Namun, tidak perlu khawatir karena kami bisa membantu pembuatan peta digital dengan aplikasi ArcGIS. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi kami.