Kategori
Jasa Olah Data Jasa Skripsi Tesis Disertasi

Mengenal Tentang Metode Z-Test dalam Ilmu Statistika

Metode Z-Test merupakan salah satu teknik analisis statistika yang cukup penting. Z-Test berfungsi untuk menguji hipotesis terkait rata-rata populasi. Terutama jika jumlah sampel yang akan diteliti relatif besar.

Mengenal Secara Detail Tentang Metode Z-Test

Dalam bidang ilmu statistik khususnya analisis inferensial, kita biasa mendengar tentang Uji Student-T atau Student-T Test. Namun ternyata, ada satu metode yang tidak kalah penting yaitu Uji Z atau Z-Test.

Metode ini telah lama menjadi instrumen pokok dalam penelitian ilmiah maupun pengambilan keputusan berbasis data. Z-Test sendiri akan berguna saat ingin menguji apakah suatu rata-rata sampel mewakili populasi dari seluruh objek penelitian. Terutama ketika sampel yang diteliti cukup besar, melebihi 30 observasi.

Tujuan utamanya yaitu menentukan apakah perbedaan rata-rata antara sampel serta populasi tersebut signifikan secara statistik, atau hanya karena fluktuasi acak. Proses analisisnya dengan memanfaatkan distribusi normal standar atau distribusi Z. Rumus Z test sendiri adalah Z = (x̅ – μ0) / (σ /√n).

Dengan keterangan:

  • x̅: mean sampel
  • μ0: rata-rata populasi
  • σ: simpangan baku
  • n: ukuran sampel

Sementara itu, langkah-langkah penerapan metode Z-Test adalah sebagai berikut:

1. Menyusun Hipotesis

Langkah pertama adalah merumuskan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha). Hipotesis nol biasanya menyatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rata-rata sampel dan populasi. Sementara hipotesis alternatif menyatakan sebaliknya.

2. Menentukan Tingkat Signifikansi

Selanjutnya menentukan tingkat signifikansi yang biasanya sudah terpilih sebelumnya. Misalnya 0.05 atau 0.01 yang menunjukkan probabilitas untuk menolak hipotesis nol ketika sebenarnya “benar”.

3. Menentukan Daerah Kritis dalam Metode Z-Test

Dalam metode Z-Test kita juga perlu menentukan daerah kritis sebagai rentang nilai Z untuk menolak hipotesis nol. Daerah kritis ini terbentuk berdasarkan tingkat signifikansi yang terpilih serta jenis uji yang peneliti lakukan.

Itu artinya, jika nilai Z berada dalam daerah kritis, maka hipotesis nol ditolak. Begitu juga sebaliknya, apabila nilai Z berada di luar daerah kritis, hipotesis nol tidak dapat ditolak.

Dari proses di atas, jika hipotesis nol ditolak, kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata sampel dengan populasi. Jika tidak, maka tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan adanya perbedaan keduanya. Begitulah kurang lebih mengenai metode Z-Test, semoga informasinya bermanfaat!

Baca Juga : Cara Membuat Layout di ArcGIS Pro, Tahapan Akhir dalam Pembuatan Peta

Kategori
Jasa Olah Data

Cara Menyusun Skripsi agar Cepat Selesai Tepat Waktu

Cara menyusun skripsi agar cepat selesai penting untuk diketahui. Mengerjakan skripsi merupakan tugas akademik yang memerlukan waktu, dedikasi, serta ketekunan.

Menyelesaikan skripsi secara cepat merupakan tujuan sebagian besar dari keinginan mahasiswa. Kendati demikian, diperlukan cara supaya bisa membantu menyelesaikan skripsi lebih efisien serta cepat.

Cara Menyusun Skripsi Agar Cepat Selesai

Seringkali skripsi dipandang menjadi sebuah hal yang menakutkan serta menyulitkan. Terlebih lagi, sebagian besar mahasiswa harus mengalami revisi penulisan skripsi secara berulang kali. Hal itu bisa diatasi atau diminimalisir dengan menyusun cara supaya skripsi cepat selesai.

Menentukan Topik

Langkah awal yang bisa dilakukan dalam menulis skripsi yaitu menentukan topik. Topik skripsi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Mulai dari studi literatur sampai lingkungan sekitar. Bahkan bisa juga ide dari topik skripsi dari mata perkuliahan yang paling disukai. Hal tersebut bisa dilanjutkan memperkaya diri dengan membaca bacaan yang berkaitan.

Pilihlah topik yang datanya mudah untuk dicari, dikuasai, disukai tetap berkaitan dengan topik utama jurusan, maka pengerjaan skripsi akan lebih mudah serta tidak membebani diri.

Menentukan Metode Penelitian

Langkah berikutnya yaitu menentukan metode penelitian. Terdapat berbagai macam metode penelitian yang dapat digunakan untuk mengerjakan skripsi. Secara umumnya yaitu terdapat metode kualitatif serta kuantitatif. Dalam pemilihan topik skripsi bisa ditentukan sesuai dengan topik skripsi yang diambil.

Menyusun Kerangka Penelitian

Dalam mempermudah pengerjaan skripsi, terlebih dahulu bisa membuat kerangka penelitian. Perguruan tinggi memiliki standar berbeda-beda mengenai kerangka penelitiannya. Secara umumnya kerangka penulisan terdiri atas cover, daftar isi, pendahuluan pada bab 1, tinjauan teoritis pada bab 2, metode penelitian pada bab 3, temuan dan pembahasan pada bab 4, serta kesimpulan pada bab 5.

Nah, cara di atas bisa membantu mahasiswa untuk menyusun skripsi supaya cepat selesai. Terlepas dari itu semua, skripsi juga dipengaruhi oleh dosen pengampu serta diri sendiri. Pastikan dosen pengampu sesuai dengan kebutuhan skripsi, sehingga pembuatan skripsi dibantu adanya dosen pembimbing.

Cara menyusun skripsi agar cepat selesai yang utama yaitu niat diri sendiri. Adanya niat dan tekad untuk menyelesaikan skripsi dengan cepat dan tepat waktu, sehingga pengerjaan skripsi akan mudah.

Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Skripsi Tesis Disertasi

Penjelasan Metode Gravity yang Penting dalam Survei Geofisika

Penjelasan metode gravity dapat membantu untuk mempermudah kita dalam memahami metode tersebut. Awal mulanya ilmu geofisika yakni dengan teori sifat magnetik bumi yang di temukan oleh Gilbert. Sedangkan teori gravitasi dari Newton. Geofisika sendiri mempunyai arti yang berkaitan dengan fisika bumi dan atmosfer yang menyusunnya. Sedangkan salah satu yang termasuk dari metode geofisika adalah gravitasi.

Awalnya metode di gunakan guna mengetahui kondisi struktur bagian bawah permukaan. Selain itu juga untuk mengetahui aktivitas dari gunung berapi. Namun seiring perkembangannya zaman metode gravitasi juga menjadi salah satu metode geofisika pertama yang di gunakan guna melakukan eksplorasi minyak serta gas alam.

Ini Penjelasan Metode Gravity 

Perlu Anda ketahui bahwa metode gravitasi merupakan salah satu metode yang di gunakan dalam survei geofisika. Selain itu metode yang satu ini juga termasuk dalam metode pasif. Penggunaan teori gravitasi ini juga memanfaatkan perbedaan nilai medan gravitasi yang berada di permukaan bumi. Variasi dari nilai medan gravitasi tersebut nantinya di petakan distribusinya. Faktanya, gravitasi bumi pada permukaan tidaklah homogen saja.

Lebih tepatnya gravitasi tersebut di pengaruhi oleh massa jenis benda termasuk batuan yang menjadi penyusun kerak bumi. Batuan-batuan dengan massa jenisnya yang berbeda tersebut juga akan berpengaruh terhadap medan gravitasi bumi pada bagian permukaan. Variasi daerah gravitasi pada bagian permukaan tersebut juga bisa di pengaruhi oleh struktur geologi yang berada di permukaan bagian bawah. Termasuk ketidakmerataan kondisi topografi.

Sehingga posisi pengamatan juga harus mempunyai pengaruh terhadap pengukuran. Dengan demikian itu metode gravitasi adalah sebuah metode yang di gunakan guna mengetahui kondisi struktur bawah permukaan dengan berdasarkan variasi medan gravitasi bumi pada bagian permukaan. Nantinya hasil dari penggunaan metode tersebut akan di sajikan dalam bentuk model bawah permukaan.

Satuan Pengukuran

Prinsip dasar fisika yang mendasari tentang teori gravitasi merupakan hukum Newton yang berkaitan dengan gaya tarik-menarik antarpartikel. Dari besaran gaya tarik-menarik tersebut kita bisa mengetahui besar medan yang dapat mempengaruhi alat ukur yang di gunakan. Akuisisi data dari gravitasi juga di bagi menjadi dua. Pertama pengukuran secara relatif dan yang kedua pengukuran secara absolut.

Satuan pengukuran yang di gunakan dalam teori gravitasi biasanya di nyatakan dalam Galileo atau gal. Jika dalam satuan internasional gal itu di nyatakan dengan M/s ^2. 1 Galileo sama dengan 1 cm/s^2 = 0,01 M/s^2. Sedangkan rata-rata gravitasi pada permukaan bumi sekitar 980. Berbeda dengan data pengukuran medan gravitasi pentingnya akan mengandung anomali yang terdiri dari efek regional dan efek lokal. Efek lokal adalah sasaran pengukuran mikro gravitasi. Efek yang satu ini juga akan membawa anomali medan gravitasi sangat dekat dengan permukaan. Jadi penjelasan metode gravity menjadi utama dan penting yang harus di pahami baik guru, siswa dan lainnya.

Baca Juga:

Mengenal Metode Analisis Difference in Differences (STATA)

Kategori
Jasa Olah Data

3 Jenis Uji Validitas Instrumen untuk Meninjau Keabsahan Alat Ukur

Validitas instrumen merupakan suatu aspek penting dalam penelitian. Uji validitas instrumen akan menunjukkan sejauh mana alat ukur tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur. Terdapat beberapa jenis uji validitas yang dapat Anda gunakan untuk membuktikan validitasnya. 

Jenis Uji Validitas Instrumen yang Umum Digunakan

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ketiga jenis uji validitas instrumen:

  1. Validitas konten

Jenis pertama yaitu validitas konten yang juga di kenal sebagai validitas isi. Cara uji validitas instrumen berkaitan dengan bukti pada elemen-elemen yang ada dalam alat ukur. Dalam hal ini, penilaian di lakukan oleh para ahli yang memiliki pemahaman mendalam tentang materi. Analisis rasional di gunakan untuk memproses alat ukur secara detail. 

Elemen-elemen dalam validitas konten mencakup berbagai aspek seperti definisi operasional variabel, representasi soal yang sesuai dengan variabel yang Anda teliti. Selain itu, Anda juga bisa menghadirkan jumlah soal, format jawaban petunjuk pengisian instrumen dan populasi sampel. 

Setelah pengujian oleh para ahli, instrumen harus Anda revisi sesuai saran atau masukan. Instrumen valid secara konten jika para ahli menerima instrumen tersebut tanpa memerlukan perbaikan tambahan.

  1. Validitas konstruk

Selanjutnya, contoh uji validitas konstruk berfokus pada sejauh mana alat ukur mencerminkan definisi variabel yang jelas. Definisi ini harus berdasarkan teori yang relevan dengan konsep yang ingin Anda ukur. 

Jika instrumen telah mengarah ke definisi yang tepat dan pertanyaan atau pernyataan item soal sesuai, maka instrumen telah memiliki validitas konstruk yang baik.

  1. Validitas kriteria

Anda bisa mempraktekkan rumus uji validitas kriteria melibatkan perbandingan instrumen dengan instrumen lain yang mendapat pengakuan sebanding dengan tujuan pengukuran. Instrumen lain ini di sebut sebagai instrumen kriteria. Ada dua jenis validitas kriteria yaitu prediktif dan bersamaan. 

Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada waktu pengujian instrumen dan instrumen kriteria. Jika pengujian pada waktu yang berbeda, maka penyebutannya validitas kriteria prediktif. 

Namun, jika pengujian secara bersamaan termasuk validitas kriteria bersamaan. Hasil dari pengujian instrumen dan kriteria kemudian harus Anda analisis untuk melalui uji korelasi untuk menilai sejauh mana keduanya berkaitan.

Uji validitas instrumen melibatkan proses untuk memastikan bahwa alat ukur yang Anda gunakan valid dan dapat memberikan hasil yang akurat. Validitas konten, konstruk, dan kriteria memiliki metode pengujian yang berbeda. Namun, semuanya bertujuan mengukur keakuratan alat ukur dalam menggambarkan konsep yang Anda ukur.

Baca juga:

Sukseskan Ujian Skripsi dengan Tips Jitu Ini!

Kategori
Uncategorized

Sukseskan Ujian Skripsi dengan Tips Jitu Ini!

Hai pejuang sarjana! Salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana tidak hanya menyusun skripsi, tetapi juga melakukan ujian atau sidang skripsi. Sebelum melakukan sidang skripsi, ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan. Salah satunya adalah tips lancar saat menjawab pertanyaan sidang skripsi.

Tips Lancar Saat Menjawab Pertanyaan Sidang Skripsi

Gelar sarjana tidak bisa didapatkan hanya dengan menyusun skripsi saja. Para pejuang sarjana tentu perlu melakukan ujian skripsi atau istilah lainnya sidang skripsi. Sayangnya, untuk lulus dalam sidang skripsi tidaklah mudah.

Sesi tanya jawab dalam sidang skripsi adalah salah satu masalah yang ditakutkan oleh mahasiwa. Oleh karenanya, Anda, sebagai mahasiswa, tidak hanya perlu menyiapkan materi presentasi saja sebelum sidang skripsi. Namun, Anda perlu tahu tips lancar saat menjawab  pertanyaan sidang skripsi seperti berikut:

  1. Kuasai Isi Skripsi dengan Baik 

Umumnya, sebagian besar pertanyaan berasal dari skripsi. Untuk itu, kuasai dan pahami keseluruhan isi skripsi sebelum Anda memutuskan untuk mendaftar sidang skripsi.

Agar Anda bisa menguasai isi skripsi dengan baik, sebaiknya, tentukan tema skripsi yang Anda kuasai. Setelah penyusunan skripsi selesai, jangan lupa banyak membaca dan memahami skripsi Anda. 

  1. Cari Tahu Pertanyaan dan Jawaban di Luar Isi Skripsi

Kemudian, tidak ada salahnya Anda memprediksi pertanyaan di luar skripsi yang kemungkinan besar penguji ajukan. Lalu, jangan lupa, persiapkan juga jawabannya. Sebab, kadang kala ada beberapa penguji yang justru memberikan pertanyaan yang tidak berkaitan dengan skripsi.

Bagaimana Anda bisa memprediksi pertanyaan yang di luar skripsi? Anda bisa bertanya kepada teman atau kakak tingkat yang sudah melakukan sidang skripsi dengan penguji yang sama. Selanjutnya, jika sidang skripsinya terbuka, rajin datang ke sidang skripsi mahasiwa lain khusunya, dengan penguji yang sama. 

  1. Jawab Pertanyaan dengan Percaya Diri

Terakhir, rasa percaya diri juga mempengaruhi bagaimana Anda menjawab pertanyaan saat sidang skripsi. Bila Anda memiliki rasa percaya diri yang tinggi, Anda bisa dengan mudah dan lancar menjawab pertanyaan. 

Supaya Anda bisa membangun rasa percaya diri, selain menguasai isi skripsi, Anda juga perlu merasa tenang dan mudah memahami pertanyaan. Hal ini bisa Anda lakukan dengan banyak berdoa, tetap berpikir positif dan jangan panik saat mendapatkan pertanyaan dari penguji. 

Itulah 3 tips lancar saat menjawab pertanyaan sidang skripsi. Bagi Anda yang akan melaksanakan sidang skripsi, ingat ketiga tips di atas. Apabila Anda mengaplikasikan tips di atas dengan baik, Anda bisa menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa kendala. Sidang skripsi pun kemungkinan besar lancar dan juga sukses.

Baca juga:

Penjelasan Software UCINET VI, Menganalisa Struktur Jaringan Sosial

Kategori
Jasa Skripsi Tesis Disertasi Konsultasi Susun Skripsi Uncategorized

Berkenalan dengan Design of Experiments (DoE)

Design of Experiments memiliki peran yang penting dalam berbagai bidang khususnya pada bidang bisnis. Bisa juga dikatakan bahwa DoE merupakan salah satu teknik untuk merencanakan dan merancang suatu eksperimen dari sebuah produk, sistem, dan proses. Melihat luasnya fungsi dari DoE ini, maka tidak heran banyak yang memanfaatkan teknik DoE ini.

Apa Itu Design of Experiments?

Agar lebih memahami dan mengerti mengenai DoE tentunya Anda harus tahu apa pengertian dari istilah DoE, bukan? Selanjutnya Anda bisa mempelajari apa saja manfaat dari DoE. Teknik DoE bisa Anda proses menggunakan aplikasi bernama Design Expert. Aplikasi ini akan memudahkan Anda untuk mengaplikasikan teknik DoE ini.

Di bawah ini adalah pembahasan singkat mengenai DoE yang dapat Anda simak. Pahami betul agar Anda tidak kesulitan untuk memasukkan teknik ini pada kerangka berpikir Anda.

Pengertian

Design of Experiments atau yang lebih pendeknya DoE adalah suatu perkakas untuk menemukan faktor-faktor yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas, korelasi, serta menghitung besarnya pengaruh tersebut. Metode statistik ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dari sebuah produk, sistem, dan proses sekalipun.

Macam-Macam Metode Design of Experiments

DoE memiliki beberapa macam metode yang dapat Anda pilih dan aplikasikan menggunakan Design Expert. Berikut ini adalah beberapa metode dari DoE yang dapat Anda pelajari dan ketahui.

Desain Faktorial

Metode desain ini bertujuan untuk mencari tahu interaksi antara faktor-faktor yang Anda uji. Anda dapat melihat apakah faktor tersebut saling mendukung atau saling menghambat saut sama lain.

Desain Mixture

DoE dengan metode desain mixture dapat Anda gunakan untuk mencari formulasi yang paling optimal antara campuran yang terdiri dari 2 hingga 24 komponen yang berbeda.

Metode Taguchi

Bagi Anda yang ingin membuat produk, sistem, atau proses berkualitas tinggi dengan biaya rendah akan sangat tepat bila menggunakan metode Taguchi.

Metode RSM

Metode ini lebih cocok untuk menentukan hubungan fungsional antara variabel respon dan variabel independen. Tujuan dari metode RSM adalah penentuan level dan nilai dari faktor yang optimal tersebut.

Nah, demikianlah pembahasan singkat mengenai Design of Experiments. Silakan Anda mempraktikkan pengujian DoE menggunakan Design Expert untuk lebih memahami teknik perancangan dan perencanaan yang satu ini.

Baca juga:

Pengujian Analisis Variasi (ANOVA) Menggunakan Aplikasi Design Expert