Kategori
Jasa Olah Data

Ragam Jenis Transformasi Data yang Wajib Diketahui

Transformasi data merupakan suatu usaha yang ditujukan untuk mengubah skala pengukuran data asli menjadi bentuk yang lain. Dengan begitu, data tersebut bisa memenuhi asumsi yang mendasari analisis ragam yang berguna bagi penelitian. Namun, data yang akan ditampilkan pada laporan tersebut tetap menjadi data aslinya.

Oleh karena itu, data transformasi tersebut dapat membantu peneliti untuk membuat data asli untuk memenuhi analisis ragam. Adapun transformasi ini memiliki 5 jenis yang masing-masing memiliki kegunaan dan rumusnya masing-masing. Jika ingin tahu seperti apa jenis transformasi data, berikut ini adalah ulasannya:

1.Transformasi Akar

Ini adalah transformasi yang juga sering disebut sebagai transformasi akar kuadrat atau square root. Transformasi jenis ini digunakan jika data yang didapat tidak memenuhi asumsi kehomogenan ragam sehingga menghasilkan ragam yang homogen. Peneliti bisa menggunakan transformasi akar jika data persentasenya memiliki nilai 0 – 30%.

Rumus excel yang bisa digunakan adalah =SQRT(Data Asli + 0,5). Sedangkan jika menggunakan transformasi jenis ini pada SPSS adalah dengan meng-klik menu, Transform, dan Compute Variabel. Kemudian, untuk Target Variabel bisa diberikan nama “Transform”. Sedangkan pada kotak Numeric Expression, bisa diisi dengan SQRT(Variabel Asli+0,5).

2. Transformasi Logaritma

Peneliti bisa menggunakan transformasi logaritma atau Log X jika data yang dimiliki tidak memenuhi asumsi pengaruh aditif. Jadi, ketika Y merupakan data asli, maka Y’ atau Y aksen merupakan data hasil transformasi, sehingga Y’ = Log Y. Jika menggunakan transformasi yang satu ini adalah jika data asli memiliki nilai kurang dari 10 atau mendekati 0.

Dengan begitu, peneliti bisa menggunakan transformasi log X +1. Jika data yang dimiliki memiliki nilai 0 maka gunakan transformasi selain transformasi logaritma. Kemudian, jika data banyak mendekati 0, maka semua data dikalikan 10 dahulu sebelum dijadikan menjadi logaritma.

3. Transformasi Arcsin

Nama lain dari transformasi arcsin adalah transformasi angular dan biasanya digunakan ketika data dinyatakan dalam bentuk persentase. Dengan begitu, biasanya data yang dimiliki memiliki sebaran binomial. Bentuk transformasi jenis ini bisa juga disebut dengan transformasi arcus sinus atau transformasi kebalikan sinus.

Beberapa syarat yang wajib dipenuhi yaitu jika data menunjukkan sebaran nilai 30%-70% tidak perlu transformasi. Sedangkan jika sebaran nilai 0%-30% dan 70%-100% pada data asli, maka gunakan transformasi arcsin. Kemudian, gunakan transformasi arcsin akar jika data yang dimiliki banyak bernilai 0.

4. Transformasi Inverse

Jenis transformasi data yang satu ini meripakan membalik nilai aslinya. Dengan begitu, rumus dari transformasi inverse adalah 1/Variabel. Sedangkan dalam excel, rumus dari transformasi ini adalah =1/Var. Oleh karena itu, jika nilai data 0, maka tambahkanlah konstanta sehingga menjadi =1(Var+1).

Adapun transformasi inverse bermacam-macam, yaitu inverse square, inverse square root, dan inverse cubic. Masing-masing jenis inverse memiliki kegunaan berbeda-beda. Dengan begitu rumus dari jenis inverse-nya pun berbeda-beda pula.

5. Transformasi Cubic

Ini adalah transformasi yang bisa mengoperasikan pangkat tiga nilai asli. Dengan begitu jika nilai aslinya 0,3 maka nilai transformasinya menjadi 0,33 = 0,027. Sedangkan jika memiliki nilai asli -0,3, dengan begitu nilai transformasinya adalah 1/(-0,33) = -37,037. Jika dalam excel, maka rumus transformasi cubic adalah =Var3 atau =Power(Var;3).

Itulah ulasan perihal transformasi data yang menarik dan bisa dijadikan bahan referensi. Untuk memudahkan peneliti dalam memilih metode transformasi yang tepat, bisa menghubungi kami sebagai jasa olah data dan bimbingan skripsi, tesis, dan disertasi. Kami merupakan jasa olah data yang bisa diandalkan, profesional, dan juga terpercaya.