Kategori
Jasa Buat Peta Jasa Pemetaan Geografi

Ini Dia Pentingnya Melakukan Pemetaan Bencana serta Contoh Jenis-jenis Peta Bencana

Bencana adalah salah satu hal buruk yang sering terjadi dan tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini biasa terjadi baik karena ulah manusia sendiri ataupun karena kondisi alamiah. Indonesia sendiri adalah salah satu wilayah yang punya banyak potensi bencana. Pemetaan bencana kemudian menjadi penting untuk dilakukan karena memang dibutuhkan dalam banyak tujuan.

Konsep Peta Resiko

Sebuah wilayah pasti memiliki resiko bencana yang memiliki nilai tersendiri berdasarkan tingkat kerentanan dan juga ancaman di wilayah tersebut. Analisis resiko ini bisa dilakukan dengan banyak metode salah satunya adalah dengan pemetaan menggunakan aplikasi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).

Banyak pihak di Indonesia yang sudah sadar mengenai betapa pentingnya penyusunan peta resiko bencana ini. Setiap lembaga memiliki metode berbeda dan hasil yang berbeda pula. Ketika potensi resiko bencana sudah dipetakan, hal ini diharapkan menjadi lebih mudah penanganan dan pencegahaannya.

Jenis Pemetaan Resiko Bencana

Pemahaman mengenai pemetaan bencana saat ini menjadi lebih mudah karena keberadaan teknologi. Pemetaan biasa dimasukkan ke dalam sebuah sistem informasi spasial sehingga dapat ditunjukkan melalui gambar dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Beberapa jenis pemetaan dalam resiko bencana ini yaitu:

1. Peta Ancaman

Jenis yang pertama adalah peta ancaman, berisi tentang gambaran secara garis besar dari suatu wilayah yang memiliki ancaman tertentu. Kerentanan ini bisa berupa kedekatan terhadap gunung api ataupun juga terhadap lempeng bumi yang sering mengalami gempa. Contoh nyata dari jenis peta ini adalah peta KRB Gunung Merapi ataupun juga peta kawasan tertentu yang rawan banjir.

2. Peta Kerentanan

Jenis peta kedua yakni peta kerentanan dengan ciri khas menggambarkan suatu wilayah beserta kondisi wilayah yang memiliki ancaman-ancaman tertentu. Rentan di sini berarti pada aset-aset penghidupan ada beberapa hal yang bisa menyebabkan resiko bencana. Misalnya adalah pada peta kerentanan penduduk dimana penduduk memiliki potensi terkena penyakit atau kekurangan pangan.

3. Peta Kapasitas

Menggambarkan bagaimana suatu wilayah memiliki kapasitas atau kemampuan tertentu dalam penanggulangan bencana. Contoh besar dari peta kapasitas adalah peta evakuasi, peta peringatan dini, dan peta jumlah tenaga medis. Selain itu, hal lain yang perlu dipetakan adalah tingkat perokonomian masyarakat yang nantinya akan berengaruh pada pajak dan penghasilan.

4. Peta Resiko Bencana

Jenis peta terakhir ini menggambarkan suatu wilayah yang memiliki tingkat resiko tertentu dengan berbagai parameter ancaman. Contoh dari pemetaan ini adalah peta resiko banjir yang menunjukkan bagaimana potensi banjir pada suatu daerah. Selain itu ada juga peta resiko bencana longsor dan gempa bumi.

Pemetaan bencana dalam pembuatannya perlu melalui berbagai analisis tertentu berdasarkan parameter yang diinginkan. Saat ingin membuat peta bencana, coba konsultasikan dengan Patra Statistika supaya parameter yang dipilih sesuai dengan tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.