Kategori
Jasa Olah Data

4 Fungsi ArcGIS yang Perlu Kamu Tahu

Jika dirata-rata dengan jumlah penduduk bumi, pasti akan lebih banyak orang yang belum mengenal tentang ArcGIS. Program pemetaan berbasis komputer ini memang populer, namun hanya bagi orang-orang yang berkecimpung di bidang spasial saja. Untuk lebih mengenal tentang program yang satu ini, berikut adalah fungsi ArcGIS yang harus diketahui:

1. Menyajikan GIS yang Relevan

GIS merupakan kependekan dari geographic information system atau sistem informasi geografi (SIG dalam singkatan Bahasa Indonesia-nya). Sebagaimana namanya, GIS merupakan sistem informasi terkait lokasi atau data spasial.

Nah, fungsi yang pertama dari ArcGIS adalah memastikan bahwa data dan informasi terkait GIS dari suatu wilayah itu relevan. Setidaknya minimal berupa data dasar geografis dari wilayah studi yang tengah dipelajari – seperti bentang alam, kontur, koordinat wilayah, dan sebagainya.

2. Pembuatan dan Mengedit Peta Peta

Sebagian besar orang yang menggunakan ArcGIS memanfaatkan program ini untuk membuat atau mengedit peta. Seringkali, peta yang dibuat memiliki tema khusus yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dari si pembuatnya. Biasanya, jenis tema seperti ini disebut sebagai peta tematik.

Contoh peta tematik yang akhir-akhir ini sering muncul adalah seperti peta sebaran data pasien COVID-19. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa pembuatan peta yang dilakukan berupa peta dasar karena alasan adanya pembaruan jaringan jalan ataupun alih fungsi lahan.

3. Analisis Spasial dengan ArcGIS

Proses analisis spasial banyak dilakukan, khususnya jika berkaitan dengan penyusunan dan penentuan kebijakan. Singkatnya, ArcGIS bukan hanya mampu ‘menggambar’ peta saja, namun program ini juga bisa memproses data-data yang sifatnya bukan spasial. Jadi jangan heran, jika input data yang bisa diterima ArcGIS bisa dalam bentuk bermacam format standar.

Dari data-data yang ada, program ini pun mampu memproyeksikan kondisi spasial di masa mendatang akan menjadi seperti apa. Dengan begitu, pembuat kebijakan pun bisa memvisualisasikan bagaimana kondisi di masa mendatang dan menghindarkan dari kesalahan pengambilan keputusan.

4. Visualisasi dan Sharing Data

Seperti yang telah disinggung pada poin-poin sebelumnya, visualisasi merupakan output akhir dari ArcGIS. Semua proses yang dilakukan dengan menggunakan ArcGIS bertujuan untuk menghasilkan sebuah keluaran peta yang bisa dilihat oleh banyak orang.

Bentuk visualisasinya pun bisa dalam bentuk 2D maupun 3D, sesuai dengan kebutuhan dari pembuatan peta yang dilakukan. Hasilnya akan dibagikan sebagai informasi – baik dalam bentuk peta maupun sharing data agar bisa digunakan sebagai bahan studi lanjutan.

Sayangnya, pembuatan peta menggunakan ArcGIS cukup rumit dan memakan waktu, meski fungsi ArcGIS dinilai tidak terbantahkan. Belum lagi jika tidak terbiasa dengan program tersebut. Oleh sebab itu, meminta bantuan pada Patra Statistika bisa menjadi langkah brilian yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil peta yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *