Kategori
Jasa Olah Data

Tentang Skala Pengukuran Likert: Perhitungan, Kelemahan, dan Kelebihannya

Skala pengukuran likert merupakan salah satu dari skala pengukuran sikap. Sikap dan pendapat responden diukur menggunakan skala ini. Umumnya, skala ini muncul dalam kuesioner yang dibagikan kepada responden pada penelitian kuantitatif. Ini beberapa hal yang harus diketahui tentang skala ini:

1. Tingkat Persetujuan Skala Pengukuran Likert

Ada 5 tingkatan atau gradasi skala likert dalam kuesioner yang bisa digunakan untuk menyatakan sikap atau pendapat responden. Pernyataan sikap diwakili oleh pilihan setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Skala ini akan muncul pada pilihan ganda jawaban yang ada di kuesioner.

Untuk menyatakan pendapat, biasanya akan muncul gradasi sangat suka, suka, netral, tidak suka, dan sangat tidak suka. Setiap pertanyaan atau pernyataan yang muncul di dalam kuesioner akan diiringi dengan skala likert ini sebagai pilihan jawaban.

2. Perhitungan Skala Likert

Setiap unit gradasi memiliki skor, dimana semakin besar nilainya semakin baik sikap atau pendapat responden. Umumnya, skor dimulai dari 1 sampai 5. Perhitungan skala likert ini bisa menggunakan rumus indeks dimana perlu dihitung lebih dulu total skor, interval serta interpretasi persennya.

Contohnya, dari 100 responden didapatkan total skor 247 menggunakan rumus total responden dikali pilihan skor likert. Kemudian, menghitung dulu ujung atas dan ujung bawah yaitu :

Ujung atas (Y) ialah skor tertinggi x jumlah responden

Ujung bawah (X) ialah skor terendah x jumlah responden

Setelah itu, hitung intervalnya (I) dengan menggunakan rumus jumlah responden dibagi jumlah skor atau 100/5, hasilnya 20. Setelah itu, barulah dihitung persentase dengan menggunakan rumus indeks yaitu Total Skor dibagi Ujung Atas dikali 100%.

3. Kelebihan Skala Likert

Skala pengukuran likert dianggap yang paling mudah jika dibandingkan dengan skala pengukuran yang lain seperti Thurstone dan Gutman. Penggunaan gradasi sikap dianggap sangat mudah dalam mengukur pendapat dan sikap responden. Reliabilitas skala likert juga dianggap relatif tinggi dan bisa memuat beberapa alternatif respon.

Selain itu, penyusunan skala likert memungkinkan untuk peneliti memasukkan item yang hubungannya dengan sikap yang sedang diteliti belum jelas. Ini tidak bisa dilakukan pada skala pengukuran sikap yang lain seperti misalnya pada skala Thurstone. Terakhir, skala likert memuat keterangan yang lebih gamblang akan sikap responden terhadap isu yang dimuat dalam kuesioner.

4. Kelemahan Skala Likert

Skala likert tidak bisa digunakan untuk apakah satu individu lebih baik daripada individu yang lain. Sebabnya adalah karena skala likert menggunakan ukuran ordinal. Skor yang ada pada skala likert juga tidak bisa memberi gambaran yang jelas tentang respon dari responden.

Kesulitan menghitung data penelitian yang menggunakan skala pengukuran likert? Hubungi saja Patra Statistika untuk berkonsultasi mengenai metode penelitian dan pembuatan kuesioner dengan skala likert.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *